Cibubur, Rasilnews — Memasuki usia ke-17 tahun, Radio Silaturahim didorong untuk tidak sekadar merayakan perjalanan panjang yang telah dilalui, tetapi menjadikannya sebagai momentum evaluasi dan melakukan pembaruan dalam perjuangan dakwah.
Hal tersebut disampaikan Komisaris Radio Silaturahim, Ir. Faried Thalib, dalam sambutannya pada Milad Radio Silaturahim ke-17.
Faried mengatakan, 17 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam perjalanan tersebut, Radio Silaturahim telah melewati berbagai fase, tantangan, serta dinamika dalam upaya mengkonsolidasikan umat Islam dan memberikan manfaat kepada masyarakat melalui media dakwah.
Menurutnya, perjalanan Radio Silaturahim tidak terlepas dari proses panjang yang telah menanamkan kecintaan terhadap dakwah sejak masa kanak-kanak. Lingkungan keluarga, pendidikan agama, para guru, ulama, serta media dakwah menjadi bagian yang membentuk semangat tersebut.
Dari proses itulah kemudian lahir gagasan untuk membangun sebuah wadah dakwah yang pada akhirnya berkembang menjadi Radio Silaturahim.
Faried juga menekankan bahwa perjalanan Radio Silaturahim selama 17 tahun merupakan hasil kontribusi banyak pihak. Para guru, sahabat, tokoh dakwah, hingga orang-orang yang bekerja di balik layar disebut memiliki peran penting dalam membangun dan menjaga keberlangsungan perjuangan tersebut.
Namun, menurut Faried, tantangan dakwah saat ini telah berubah secara signifikan. Perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat dalam memperoleh informasi membuat media dakwah harus mampu beradaptasi. Pola masyarakat dalam mendengarkan radio dan mengonsumsi informasi tidak lagi sama seperti ketika Radio Silaturahim pertama kali berdiri.
Karena itu, Radio Silaturahim tidak bisa hanya mengandalkan pola lama. Faried menilai, mempertahankan cara-cara yang selama ini digunakan memang memungkinkan lembaga untuk tetap berjalan. Namun, tanpa keberanian melakukan inovasi, kecepatan pertumbuhan dan perluasan jangkauan dakwah akan menghadapi keterbatasan.
Menurutnya, perubahan harus dilakukan bukan semata-mata karena mengikuti perkembangan zaman, tetapi karena ada kebutuhan untuk membuat dakwah semakin luas, relevan, dan mudah dijangkau masyarakat.
Momentum Milad ke-17, lanjut Faried, harus menjadi ruang untuk melakukan introspeksi. Pertanyaan yang perlu dijawab bukan hanya mengenai apa yang telah dicapai, tetapi juga apa yang masih kurang, apa yang harus diperbaiki, dan apa yang harus dilakukan agar pesan dakwah dapat menjangkau lebih banyak manusia.
Ia mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam perjuangan Radio Silaturahim untuk berani menghadirkan terobosan baru dengan tetap menjaga keikhlasan dan ketulusan dalam berdakwah.
Faried mengingatkan, usia 17 tahun jangan sampai hanya menjadi angka ataupun sekadar perayaan tahunan. Milad harus menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus mempersiapkan langkah yang lebih besar.
Sebab, menurutnya, keberhasilan perjuangan dakwah bukan ditentukan oleh siapa yang paling terlihat ataupun siapa yang paling banyak mendapatkan penghargaan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana pesan kebaikan, nilai-nilai Islam, dan semangat persatuan umat dapat tersampaikan kepada masyarakat.
Karena itu, Radio Silaturahim diharapkan terus eksis, berkembang, dan melahirkan inovasi baru tanpa kehilangan jati diri sebagai media dakwah. “Mari kita jadikan 17 tahun ini bukan sebagai titik untuk berhenti, tetapi sebagai titik untuk memulai perjalanan yang lebih besar,” pesan Faried.
Ia berharap, bertambahnya usia Radio Silaturahim dapat diikuti dengan semakin luasnya jangkauan dakwah, semakin kuatnya perjuangan, serta semakin besar manfaat yang diberikan kepada umat dan masyarakat.
Tujuh belas tahun perjalanan menjadi modal untuk melangkah lebih jauh. Bukan sekadar mempertahankan keberadaan, tetapi memastikan dakwah tetap hidup, berkembang, dan menjangkau generasi berikutnya.












