Kembali ke berita

Artikel

A.R. Baswedan dan Masalah Palestina

Admin

Bagikan

A.R. Baswedan dan Masalah Palestina

Artikel Hidayatullah.com

SEBAGAIMANA tokoh muslim sezamannya –seperti Natsir, Hamka dan lain-lain–, Abdurrahman Baswedan punya kepedulian serius terhadap masalah Palestina. Ini bisa dibaca melalui buku biografi dan karya-karya tulisanya yang terserak di berbagai majalah dan surat kabar. Untuk buku biografi misalnya, bisa dibaca karya Suratmin “Abdul Rahman Baswedan, Karya dan Pengabdiannya” (1989).

Sejak muda –dengan penguasaan bahasa Arab dan Belanda– beliau rajin mengikuti berita-berita luar negeri termasuk masalah Palestina. Pengetahuan tentang Palestina melalui surat kabar, kemudian hari ditambah dengan pengalaman di lapangan perjuangan. Saat menjadi delegasi Indonesia mensosialisasikan kemerdekaan Indonesia ke Timur Tengah (seperti: Mesir) beliau sedikit-banyak mengetahui secara langsung problem-problem yang dihadapi saat itu di antaranya masalah Palestina.

A.R. Baswedan juga tahu saat itu bagaimana Belanda mengusung tema dukungan untuk Palestina asalkan Pemerintah Mesir menolak kedatangan delegasi Indonesia ke Bumi Kinanah itu untuk meminta pengakua kemerdekaan. Artinya, melihat sedemikian santer dan setrategisnya isu Palestina ini, sampai-sampai digunakan juga oleh pihak berkepentingan –seperti kolonial Belanda– untuk memeacah belah umat Islam dan menjajah mereka. Ketika A.R. Baswedan bertemu dengan tokoh agama lain seperti Pastur Katolik, Y.B. Mangunwijaya, temah-tema seperti Islam, iran, Irak, Palestina dan Israel juga dibicarakan. Kepedulian dan perhatian ini digambarkan Romo Mangun, “Jiwanya besar, dan tidak sempit pandangannya. Pandangannya baik sekali terhadap agama, tak pernah ngomong hal-hal dogma, tetapi tentang kenyataan dalam prinsip-prinsip hidup, tentang kejujuran dan mencari kebenaran. Orientasi pemikirannya terhadap orang-orang miskin,” ini membuat pembaca tidak heran jika beliau juga peduli terhadap masalah Palestina.

Jejak A.R. Baswedan terkait masalah Palestina juga bisa dibaca di berbagai majalah dan surat kabar. Dalam tulisan ini misalkan akan diuraikan sedikit terkait wawancara majalah Kiblat dengan A.R. Baswedan yang dimuat tahun 1985. Ketika Menteri Penerangan Harmoko memberikan sambutan yang baik tentang masalah Palestina dalam pembukaan acara “Temu Wicara Wartawan Wilayah Asia” yang dihelat di Jakarta, maka itu diapresiasi oleh beliau. Waktu itu, Harmoko mengingatkan bahwa masalah Palestina bisa meledak menjadi lautan api dunia. Pada sambutannya, ia meminta agar acara semacam itu juga bisa diselenggarakan di negara-negara Asia yang lain. Abdurrahman Baswedan menilai bahwa, apa yang disampaikan Menpen itu sesuai dengan Deklarasi 30 tahun Konperensi Asia Afrika, yang mana pada waktu itu dihadiri oleh delegasi PLO, Farouk Khoddumi. Baswedan berharap agar Menpen Harmoko lebih menginsafi pentingnya perjuangan rakyat Asia Afrika untuk membantu bangsa Palestina yang teraniaya dan tertindas oleh Israel sejak lama.

Dalam wawancara itu, A.R. Baswedan menandaskan, “Perjuangan syah rakyat Palestina tidak akan mungkin bisa dihancurkan.” Hanya saja, yang beliau sesalkan, di Indonesia kala itu masih minim pemberitaan tentang perjuangan rakyat Palestina. Kalau pun ada, terasa menjemukan dan tak berujung pangkal. Di tengah wawancara itu, A.R. Baswedan juga menerangkan bahwa tak mungkin berharap lebih dari Israel apalagi PBB yang ketika masalah ini dibicarakan selalu kandas oleh veto Amerika Serikat.

Di sisi lain, meski Presiden Soeharto senantiasa mengulangi tekadnya untuk membela Palestina, sayangnya, menurut Baswedan, hal itu belum hidup dalam masyarakat. Istilah beliau, “Tidak memasyarakat.” Di antara kritik mantan Menpen ini, Menlu Indonesia saat itu terlalu sibuk dengan urusan ASEAN. Bahkan, wakil-wakil di DPR tidak pernah berbicara masalah Palestina. Sebagai contoh, saat terjadi bentrokan antara para pejuang PLO dengan Israel, ada seorang anggota DPR yang jawabannya mencerminkan kurangnya informasi terkait masalah Palestina. Jika saja, ada perwakian PLO di Jakarta, maka anggota DPR akan mendapat info yang memadai. Ini bagi beliau sangat mengherankan. Apalagi sudah jamak diketahui bahwa bangsa Indonesia mendukung Palestina. Mestinya, ada perwakilan PLO di Jakarta. Dalam penutupnya, A.R. Baswedan menandaskan, “Dengan informasi tentang perjuangan rakyat Palestina yang tidak putus-putus, itu merupakan bahan autehentik bagi media massa dalam memasyarakatkan sikap positif terhadap Palestina.”

Wawancara ini setidaknya memberi gambaran nyata tentang kepedulian A.R. Baswedan terhadap masalah Palestina. Tidak cukup hanya berhenti pada informasi luar negeri, tapi perlu tindakan konkret di dalam negeri dengan mengadakan perwakilan PLO, pemberitaan yang memadai, serta memayarakatkan perjuangan rakyat Palestina. Dari wawancara ini, tersirat keinginan kuat Baswedan agar bangsa Indonesia tidak berlindung di balik slogan mendukung atau membela perjuangan rakyat Palestina tanpa ada kepedulian dan aksi nyata.

Wallahu a’lam bish-shawab

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim

A.R. Baswedan dan Masalah Palestina · Berita · Radio Silaturahim 720 AM