Kembali ke berita

Rasil News

Abdullah Hehamahua: “Manusia Tidak Boleh Sombong, Hanya Allah yang Berhak Sombong”

Admin

Bagikan

Abdullah Hehamahua: “Manusia Tidak Boleh Sombong, Hanya Allah yang Berhak Sombong”

Depok, Rasilnews — Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada era Presiden Abdurrahman Wahid, Dirinya mengingatkan masyarakat untuk menjauhi sifat sombong. Menurutnya, manusia adalah makhluk yang lemah dan tak memiliki kekuatan apa pun selain yang diberikan oleh Allah SWT.

“Manusia tidak patut sombong. Kita semua makan makanan yang sama, mengeluarkan kotoran yang sama, dan pasti akan mati,” ujarnya dalam sebuah tulisan reflektif berjudul “Manusia Tidak Boleh Sombong, Hanya Allah SWT yang Berhak Sombong.”

Dalam tulisannya, Abdullah mengaku pernah merasakan kebanggaan berlebih ketika terpilih menjadi Wakil Ketua Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) periode 2001–2004. Ia kala itu dilantik langsung oleh Presiden Abdurrahman Wahid.

“Saya bangga, bahkan sempat sombong karena terpilih dari ratusan calon,” tulis Abdullah. Namun, perasaan itu sirna ketika ia terbaring lemah di rumah sakit. “Saat itu saya sadar bahwa jabatan tersebut tidak lain hanyalah rahmat Allah SWT.”

Kesadaran serupa muncul ketika ia menjabat sebagai Penasihat KPK selama 2005–2013. Ia menilai bahwa posisi itu bukan hasil kemampuannya semata, melainkan sepenuhnya karunia Tuhan.

Abdullah juga menceritakan rasa bangga yang sempat muncul dari ibadah-ibadah yang ia lakukan, seperti shaum Nabi Daud, shalat malam, membaca Al-Qur’an, serta membantu masyarakat yang membutuhkan. Bahkan pada usia 73 tahun, ia masih aktif memimpin aksi protes atas hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Namun, ia tersentak saat merenungi hadits tentang tiga golongan pertama yang masuk neraka: pejuang, alim ulama, dan dermawan—yang semuanya beramal bukan karena Allah, melainkan demi pujian manusia.

“Tragisnya, saya termasuk dalam tiga golongan tersebut,” ungkapnya.

Melalui tulisannya, Abdullah menegaskan bahwa semua ibadah harus dilakukan semata-mata karena Allah. Ia mengutip ayat Al-An’am 162 serta munajat Rabiah Al-Adawiyah sebagai pengingat bahwa kedekatan dengan Allah lebih utama daripada mengejar pujian atau pahala yang bersifat duniawi.

Menurut Abdullah, seluruh prestasi manusia—baik sebagai pejuang, dermawan, maupun ahli ibadah—hakikatnya adalah bentuk kasih sayang dan kehendak Allah SWT, bukan hasil kesombongan individu.

Abdullah menutup refleksinya dengan menyerukan agar setiap manusia menjauhi kesombongan, apa pun latar belakang dan pencapaiannya.

“Siapa pun dia, tidak boleh sombong. Sebab semua status, kemampuan, dan kelebihan adalah karunia Allah,” katanya. “Hanya Allah SWT yang berhak sombong.” tutupnya.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim

Abdullah Hehamahua: “Manusia Tidak Boleh Sombong, Hanya Allah yang Berhak Sombong” · Berita · Radio Silaturahim 720 AM