Kembali ke berita

Rasil News

Anak PKI Boleh Masuk TNI, Abdullah Hehamahua: Jenderal Andika Tidak Paham Sejarah

Admin

Bagikan

Anak PKI Boleh Masuk TNI, Abdullah Hehamahua: Jenderal Andika Tidak Paham Sejarah

Anak PKI Boleh Masuk TNI, Abdullah Hehamahua: Jenderal Andika Tidak Paham Sejarah

Cibubur, Rasilnews – Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua ikut menanggapi polemik keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) 1965 yang diperbolehkan mengikuti seleksi prajurit TNI.

Aturan baru yang dicetuskan oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa itu, menurut Abdullah tidak sesuai dengan fakta sejarah. Ia bahkan menyebut Jenderal Andika tidak paham sejarah dan mencurigai Andika bagian dari rekayasa tokoh-tokoh PKI.

“Sekarang kalau Jenderal Andika membenarkan anak cucu keturunan PKI itu bisa masuk mejadi prajurit berarti ini persoalan yang serius. Apakah Jenderal Andika tidak memahami sejarah atau dia bagian dari rekayasa tokoh tokoh PKI 1965, ini berbahaya,” ujar Abdullah dalam wawancara Topik Berita Radio Silaturahim 720 AM, Jumat (1/4).

Abdullah mengingatkan, peristiwa G30SPKI merupakan pembunuhan sadis enam jenderal satu perwira yang merupakan catatan kelam bangsa Indonesia.

“Maka kalau Jenderal Andika menganggap bahwa keturunan PKI bisa mendaftar menjadi prajurit TNI, Andika lupa bahwa peristiwa G30SPKI itu 6 Jenderal 1 Perwira Menengah dibunuh secara sadis, dimasukkan ke dalam lubang buaya seperti bangkai binatang,” ujarnya dalam wawancara yang dipandu oleh Ichsan Thalib itu.

Dalam Sapta Marga yang merupakan pedoman prajurit TNI, tertulis bahwa setiap prajurit harus memiliki keyakinan Ketuhanan Yang Maha Esa, sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 dan tentunya berlawanan dengan paham Komunisme.

Di sisi lain, Abdullah melanjutkan, jika anak keturunan PKI diperbolehkan menjadi prajurit TNI, seharusnya aturan yang sama berlaku pula bagi anak keturunan kelompok-kelompok lain yang dianggap sebagai ancaman bagi NKRI oleh pemerintah. Jika tidak, maka ini merupakan standar ganda dari pemerintah yang hanya membela PKI.

“Kalau misalnya anak keturunan PKI bisa masuk prajurit dengan pertimbangan bahwa tidak ada dosa turunan, lantas kemudian hal yang sama tidak diberlakukan kepada kelompok yang lain, misalnya anak keturunan Masyumi, anak keturunan HTI, anak keturunan FPI, anak keturunan kelompok-kelompok Islam seperti itu,” ujarnya.

“Mereka tidak diberikan kesempatan untuk memegang jabatan tertentu, posisi tertentu dalam pemerintahan masyarakat. Inilah kita lihat ada dualisme, double standard yang dipunyai pemerintah,” sambung Abdullah.

Diketahui, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengubah sejumlah syarat dalam proses seleksi penerimaan calon prajurit TNI periode 2022.

Adapun di antaranya, dia menghapus mekanisme tes renang hingga mengizinkan keturunan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) ikut seleksi TNI.

Hal itu diputuskan Andika dalam rapat penerimaan prajurit TNI (Taruna Akademi TNI, Perwira Prajurit Karier TNI, Bintara Prajurit Karier TNI dan Tamtama Prajurit Karier TNI) Tahun Anggaran 2022.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim