Kembali ke berita

Artikel

Apakah Membawa Air ke Pengajian Termasuk Syirik?

Admin

Bagikan

Apakah Membawa Air ke Pengajian Termasuk Syirik?

Dalam kajian tafsir Ibnu Katsir bersama Ustaz Umar Rasyid Hasan di Radio Silaturahim, seorang penanya bertanya kepada Ustaz Umar. Berikut pertanyaannya:

Pertanyaan Ibu Nurul dari Lombok Timur, NTB:

“Kami sering mengadakan pengajian akbar dan kami sering diundang untuk hiziban, yasinan, dan kami selalu menaruh air. Kadang kami membawa sendiri airnya dan diletakkan di tengah kami yang mengaji, dengan niat mendapat berkah dari doa kami yang mengaji. Apakah itu termasuk syirik?”

Jawaban:

Untuk menjawab pertanyaan Ibu Nurul, mari kita lihat perilaku ulama masa lalu, khususnya mereka yang berinteraksi di Masjidil Haram, yang di dalamnya terdapat sumur Zamzam.

Ulama-ulama ini, ketika menghadapi masa-masa sulit atau saat mereka terkena penyakit, seringkali memanfaatkan air Zamzam. Ada sebuah kisah tentang seorang ulama yang terserang penyakit. Dia yakin bahwa Ayat Kursi memiliki kekuatan yang luar biasa. Maka, diambilnya air Zamzam (sekarang mungkin air yang dibawa ke pengajian identik dengan air Zamzam), dan kemudian dibacakan Ayat Kursi, Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Setelah itu, air tersebut diminum. Perlakuan ini bukanlah sesuatu yang baru atau aneh karena banyak ulama masa lalu juga melakukannya.

Ibn Taimiyah, yang dikenal sangat keras terhadap kesyirikan, pernah diceritakan mengalami hal serupa. Saat sedang berada di pasar atau beribadah di Masjidil Haram, dia terserang penyakit. Dia segera mengambil air Zamzam, membaca Ayat Kursi, lalu meniup air tersebut dan meminumnya. Kesaksiannya, ia segera sembuh setelah meminum air yang telah dibacakan ayat-ayat suci tersebut.

Dari kisah ini, kita melihat bahwa tindakan tersebut telah dilakukan oleh ulama-ulama terdahulu dan bukan termasuk kesyirikan. Air yang telah dibacakan ayat-ayat suci Al-Quran diyakini memiliki keberkahan dan khasiat penyembuhan. Ini juga didukung oleh penelitian dari ahli air di Jepang yang menunjukkan bahwa air yang dibacakan dengan nama Allah (Bismillah) memiliki struktur molekul yang berbeda dan lebih baik.

Oleh karena itu, praktik membawa air ke pengajian dengan niat mendapatkan berkah dari bacaan-bacaan Al-Quran tidak bisa dikategorikan sebagai syirik. Namun, hal ini sangat berbeda dengan membawa air ke dukun yang menggunakan mantra-mantra dan bukan ayat-ayat suci Al-Quran. Air yang dibacakan ayat-ayat suci tetap halal dan diberkahi, sementara air dari dukun bisa menjadi haram karena dicampuri praktik-praktik syirik.

Jadi, insya Allah, tindakan Ibu Nurul dan jamaah dalam membawa air ke pengajian dengan niat mendapatkan berkah dari bacaan-bacaan Al-Quran tidak termasuk syirik dan bisa dilanjutkan.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim