Kembali ke berita

Khazanah Islam

Aset Wakaf Bukan Hanya 3M, tapi Harus Lebih Produktif

Admin

Bagikan

Aset Wakaf Bukan Hanya 3M, tapi Harus Lebih Produktif

Bogor, Rasilnews — Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai wakaf produktif terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi dan pelatihan. Salah satunya melalui seminar dan pelatihan wakaf produktif bertema “Menanam Wakaf, Menuai Kemaslahatan Umat Berpahala Abadi Sampai Akhirat” yang diselenggarakan di Wisma Arga Mulya, Puncak, Jawa Barat, Sabtu (16/05/26).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Karya Emas, sebuah lembaga yang berfokus mengedukasi masyarakat mengenai wakaf produktif dan transformasi pengelolaan wakaf dengan tata kelola modern.

Founder Karya Emas, Laily Yunita menekankan pentingnya pengelolaan aset wakaf secara produktif agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Wakaf itu sebenarnya harus produktif sesuai sunnah Rasulullah SAW. Bukan aset yang diam, tetapi aset yang menghasilkan manfaat kembali sehingga dapat menjadi kemaslahatan bagi masyarakat,” ujar Laily kepada Radio Silaturahim.

Ia menjelaskan, selama ini pemahaman masyarakat mengenai wakaf di Indonesia masih terbatas pada konsep “3M” (Masjid, Madrasah, dan Makam). Padahal, menurutnya, aset wakaf dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk usaha produktif yang hasilnya digunakan untuk kepentingan umat.

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 28 peserta dari berbagai lembaga wakaf, yayasan, organisasi nonpemerintah, hingga kalangan akademisi yang tengah meneliti wakaf produktif.

Rendahnya literasi masyarakat, menurut Laily, menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan wakaf produktif di Indonesia. Masih banyak masyarakat yang menganggap aset wakaf tidak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan usaha atau pengembangan ekonomi.

Padahal, tanah wakaf yang belum dimanfaatkan dapat dikembangkan sesuai potensi wilayah, seperti perkebunan, peternakan, maupun usaha produktif lainnya. Hasil pengelolaan tersebut nantinya dapat digunakan untuk mewujudkan tujuan utama wakaf, seperti pembangunan masjid dan fasilitas sosial lainnya.

“Daripada tanah wakaf terbengkalai bertahun-tahun, lebih baik dikelola agar menghasilkan manfaat dan menjadi sumber pendanaan bagi pembangunan yang dicita-citakan pewakif,” katanya.

Ia menambahkan, seorang nazir wakaf tidak hanya berfungsi menjaga aset, tetapi juga harus mampu menjadi manajer yang mengelola dan mengembangkan potensi wakaf secara optimal.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung pengelolaan wakaf di Singapura yang dinilai berhasil memaksimalkan aset wakaf secara profesional. Salah satu contohnya ialah pengembangan aset wakaf yang terintegrasi dengan apartemen dan pusat usaha tanpa menghilangkan fungsi utama masjid.

Menurutnya, model tersebut menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat.

“Masjid tidak selalu harus meminta donasi ke mana-mana. Justru masjid bisa menjadi lembaga yang menghasilkan dana untuk membantu masyarakat dan mendukung kegiatan sosial lainnya,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai kolaborasi antar lembaga wakaf di Indonesia masih perlu diperkuat. Menurutnya, banyak lembaga yang masih berjalan sendiri-sendiri sehingga hasil pengelolaan wakaf belum terlihat maksimal di mata masyarakat.

“Kita perlu duduk bersama, berpikir bersama, dan berkolaborasi. Karena pada dasarnya tujuan kita sama, yaitu memakmurkan umat,” tuturnya.

Di akhir wwc, Laily Yunita berharap masyarakat semakin memahami pentingnya wakaf produktif serta mampu membangun sistem pengelolaan wakaf yang profesional, transparan, dan amanah.

“Indonesia memiliki sumber daya manusia dan sumber daya alam yang luar biasa. Mudah-mudahan ke depan masyarakat semakin melek wakaf dan pengelolaan wakaf di Indonesia semakin maju,” pungkasnya.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim