Kembali ke berita

Rasil News

AWG Paparkan Rencana Bangun RSI Ibu-Anak di Gaza dalam Forum Internasional

Admin

Bagikan

AWG Paparkan Rencana Bangun RSI Ibu-Anak di Gaza dalam Forum Internasional

Selangor, Rasilnews – Lembaga kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) memiliki rencana berkontribusi pada upaya rekonstruksi pascaperang di Gaza, Palestina, dengan menginisiasi pembangunan rumah sakit khusus untuk anak-anak dan perempuan “Rumah Sakit Indonesia (RSI) Ibu dan Anak” di Gaza Selatan, melalui Maemuna Center (Mae-C), sayap perempuan dari AWG.

Ketua Presidium AWG, Nur Ikhwan Abadi, menguraikan inisiatif utama lembaga kemanusiaan tersebut, saat berbicara pada konferensi internasional “Program Pembangunan Kembali Gaza Pascaperang” yang mengumpulkan lebih dari 200 delegasi lembaga kemanusiaan dari 23 negara untuk membahas arah rekonstruksi pasca perang di wilayah tersebut.

Konferensi yang digelar Dewan Permusyawaratan Organisasi Islam Malaysia (MAPIM) dan Hayat Yolu di Shah Alam, Selangor, Malaysia, pada Sabtu-Senin, 10-12 Februari 2024 ini, menyajikan informasi terkini tentang apa yang sedang terjadi di Gaza dan apa prioritas bantuan yang perlu disalurkan pascaperang.

Nur Ikhwan yang memimpin delegasi dari Indonesia ini mengumumkan, AWG telah memulai kampanye penggalangan dana pada puncak Bulan Solidaritas Palestina (BSP) akhir November tahun lalu dengan tujuan mengumpulkan sekitar Rp80 miliar, untuk proyek rumah sakit tersebut.

“Kampanye ini sedang berlangsung, dan kami menyambut baik sumbangan dari organisasi dan individu yang tertarik untuk mendukung tujuan ini,” katanya, Ahad (11/2), mengutip keterangan tertulis AWG yang diterima Rasilnews.

Presiden Mapim Mohd Azmi Abdul Hamid mengapresiasi dan mendukung upaya AWG dan Mae-C tersebut, sebagai langkah konkret dalam program Koalisi Internasional untuk Rekonstruksi Gaza yang menjadi salah satu tujuan utama konferensi tersebut.

“Ini bukan soal Gaza yang meminta bantuan, namun ini adalah soal tanggung jawab dan kewajiban masyarakat dunia untuk memberikan bantuan. Gaza akan berdiri bermartabat jika kita bersatu membangun kembali wilayah tersebut,” tegasnya saat memimpin sidang perencanaan “Program Pembangunan Kembali Gaza Pascaperang.”

Selanjutnya, Nur Ikhwan yang hadir bersama Ketua Maemuna Center (Mae-C) Onny Firyanti Hamidy, menjelaskan, dana yang diperlukan untuk membangun rumah sakit tersebut sebanyak Rp80 miliar, dengan rincian Rp40 miliar untuk biaya arsitektur dan struktur, dan Rp40 miliar lainnya untuk biaya peralatan medis.

Kesemuanya itu di luar harga tanah, dan pengadaan lahan (biasanya berupa tanah wakaf) untuk pembangunan rumah sakit tersebut akan dibicarakan segera dengan Menteri Kesehatan Palestina dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Kampanye penggalangan dana pendirian RS Ibu dan Anak Indonesia di Jalur Gaza selatan ini juga sambil menunggu persetujuan untuk pembebasan lahan yang diperlukan dari Menteri Kesehatan Palestina di sana,” ungkapnya.

Terkait rencana pembangunan rumah sakit tersebut, Nur Ikhwan mengajak umat Islam Indonesia dan lembaga-lembaga di seluruh dunia untuk memberikan dukungan, terutama dukungan donasi sebagaimana telah diberikan sebelumnya terhadap pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara yang belakangan dibombardir tentara Zionis Yahudi.

Rumah Sakit Indonesia di Gaza itu sendiri berlokasi di atas bukit dekat Jabaliya, kamp pengungsi terbesar di wilayah itu. Rumah sakit tersebut dibangun dari sumbangsih rakyat Indonesia melalui MER-C Indonesia dan para relawan Pondok Pesantren Al-Fatah seluruh Indonesia. Rumah sakit itu diresmikan Wapres Jusuf Kalla pada 9 Januari 2016.

Nur Ikhwan juga mengungkapkan, hingga Ahad, 11 Februari 2024, hampir 80 relawan dari berbagai profesi dari Indonesia telah mendaftar di LSM tersebut dan bersiap berangkat ke Gaza untuk membantu implementasi rencana pembangunan tersebut, termasuk membangun kembai RS Indonesia di Gaza Utara yang dihancurkan Zionis Israel.

“Kami mempunyai tenaga kerja yang cukup besar di Indonesia… bila diperlukan tambahan tenaga kerja, kami siap menyediakannya, Insya Allah,” tegasnya.

Nur Ikhwan menambahkan, selama agresi Israel di Gaza, AWG terus menyalurkan bantuan masyarakat Indonesia melalui relawan lokalnya di Jalur Gaza. Bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji, tenda pengungsian dan kebutuhan pokok lainnya.

Saat ini jutaan warga Gaza mengungsi akibat serangan membabi buta Israel di Jalur Gaza. Mereka mengungsi dalam kondisi memprihatinkan di tengah musim dingin, kekurangan air, makanan serta obat-obatan.

Adapun AWG adalah lembaga kemanusiaan yang berkonsentrasi pada upaya bagi pembebasan Masjid Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina. Saat ini Ketua Presidium AWG dijabat oleh Ir. Nur Ikhwan Abadi.

AWG didirikan oleh komponen umat yang hadir dalam Al-Aqsha International Conference yang diselenggarakan di Wisma Antara Jakarta pada 20 Sya’ban 1429 H/21 Agustus 2008.***

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim