Kembali ke berita

Rasil News

Bencana Sumatera, Abdullah Hehamahua Serukan Tobat Nasional

Admin

Bagikan

Bencana Sumatera, Abdullah Hehamahua Serukan Tobat Nasional

Depok, Rasilnews — Mantan Penasehat KPK Era Presiden Abdurahman Wahid, Abdullah Hehamahua menyerukan perlunya tobat nasional menyusul rentetan bencana alam yang melanda Indonesia sepanjang 2025, khususnya di wilayah Sumatera. Ia menilai bencana tersebut bukan semata akibat faktor alam, melainkan dampak langsung dari kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang keliru.

Dalam tulisannya berjudul “Bencana Sumatera: Perlu Tobat Nasional”, Abdullah mengutip Surah Ar-Ruum ayat 41 yang menegaskan bahwa kerusakan di darat dan laut terjadi akibat perbuatan manusia. Menurutnya, ayat tersebut merupakan kritik keras terhadap para penguasa dan elite ekonomi yang mengabaikan ketentuan Tuhan dalam pengelolaan alam.

“Kerusakan yang terjadi hari ini adalah akibat kebijakan presiden, wakil presiden, para menteri, kepala daerah, serta oligarki yang membuka ruang illegal logging dan illegal mining,” tulis Abdullah. Ia menilai narasi pemerintah yang menyebut bencana sebagai dampak iklim dan curah hujan tidak sepenuhnya benar.

Ribuan Bencana Sepanjang 2025

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sepanjang 2025 Indonesia mengalami 2.590 kejadian bencana alam. Sebanyak 99,03 persen merupakan bencana hidrometeorologi, sementara 0,97 persen bencana geologi.

Sejumlah bencana besar terjadi di berbagai daerah. Pada 21 Januari 2025, banjir dan longsor di Pekalongan, Jawa Tengah, menewaskan 20 orang dan melukai 14 lainnya. Pada 8 Februari 2025, banjir melanda Demak dan memaksa ratusan warga mengungsi. Selanjutnya, pada 4 Maret 2025, banjir besar melanda Jabodetabek dan menggenangi puluhan RT dengan ketinggian air hingga lima meter.

Di Sulawesi Selatan, kebakaran hutan dan lahan sejak Januari hingga Juli 2025 menghanguskan sekitar 474 hektare lahan di sejumlah kabupaten. Sementara pada 16 November 2025, tanah longsor di Jawa Tengah menewaskan 10 orang dan menyebabkan ratusan warga mengungsi

BNPB mencatat, hingga 31 Desember 2025, bencana alam di Sumatera menyebabkan 1.154 orang meninggal dunia, 136 orang hilang, 650 luka-luka, serta sekitar satu juta warga mengungsi. Total kerugian ditaksir mencapai Rp68,67 triliun.

Di Sumatera Utara, kerusakan meliputi ribuan rumah, ratusan jembatan, dan puluhan fasilitas umum dengan kerugian sekitar Rp17,92 triliun. Sumatera Barat mencatat ratusan korban jiwa dan puluhan ribu pengungsi dengan kerugian Rp2,01 triliun. Aceh menjadi wilayah terdampak paling parah dengan ratusan korban jiwa, kerusakan masif infrastruktur, serta kerugian yang diproyeksikan mencapai Rp5,39 triliun.

Abdullah Hehamahua menegaskan bahwa satu-satunya jalan keluar dari kondisi tersebut adalah tobat nasional yang dilakukan secara serius. Menurutnya, tobat itu harus melibatkan presiden, wakil presiden, para menteri, kepala daerah, oligarki, ulama, tokoh masyarakat, hingga seluruh rakyat.

Ia menyebut, tobat nasional harus diwujudkan melalui pengakuan kesalahan, komitmen tidak mengulangi kebijakan yang merusak lingkungan, serta tindakan nyata membantu korban bencana. Bentuknya antara lain pembatalan kebijakan yang dinilai merusak lingkungan, penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan lingkungan, serta pemberian ganti rugi, beasiswa, dan lapangan kerja bagi korban bencana.

“Bencana yang terjadi bukan semata kehendak alam, tetapi akibat kezaliman manusia terhadap alam dan rakyat,” tegasnya.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim