Kembali ke berita

Khazanah Islam

Bisakah Teman Memberi Syafaat di Akhirat?

Admin

Bagikan

Bisakah Teman Memberi Syafaat di Akhirat?

Pertanyaan Pendengar

Bu Fany – Jakarta

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustaz, izin bertanya. Benarkah seorang teman bisa memberikan syafaat kepada temannya di akhirat kelak? Lalu, teman seperti apakah yang sebaiknya kita jadikan sahabat agar dapat menolong kita di akhirat nanti?

Syukran, Ustaz.


Jawaban Ustaz Umar Rasyid Hasan

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Ibu Fany yang dirahmati Allah, benar bahwa salah satu bentuk pertolongan di akhirat adalah syafaat. Namun, syafaat dari seorang sahabat hanya akan terjadi apabila persahabatan itu dibangun di atas landasan iman dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Karena itu, sejak di dunia hendaknya kita memperbanyak sahabat yang saleh. Pilihlah teman yang apabila melihat kita berbuat salah, ia menasihati kita. Pilihlah teman yang senang membantu, gemar bersedekah, peduli kepada sesama, memiliki sifat jujur, amanah, tawadhu, dan akhlak yang mulia. Persahabatan seperti inilah yang akan membawa keberkahan, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Al-akhillā’u yauma`iżin ba’dhuhum liba’dhin ‘aduwwun illal muttaqīn.”

“Teman-teman akrab pada hari itu menjadi musuh satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)

Artinya, seluruh persahabatan yang dibangun di atas dasar kepentingan dunia, hawa nafsu, atau kemaksiatan akan berubah menjadi permusuhan pada Hari Kiamat. Yang akan tetap kekal hanyalah persahabatan yang dibangun karena Allah dan atas dasar ketakwaan.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa ketika seorang mukmin telah berada di surga, ia akan mengingat orang-orang yang pernah bersamanya di dunia. Ia akan mengingat kedua orang tuanya, saudara-saudaranya, keluarganya, bahkan sahabat-sahabatnya. Lalu ia memohon kepada Allah agar dipertemukan kembali dengan mereka.

Atas izin Allah, apabila sahabatnya itu termasuk orang yang masih berada dalam azab, Allah mengizinkan hamba-Nya yang saleh tersebut untuk memberikan syafaat kepada sahabatnya. Maka sahabatnya itu dikeluarkan dari neraka dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jadi, memang ada syafaat yang diberikan dari seorang sahabat kepada sahabatnya, tetapi semuanya terjadi hanya dengan izin Allah.

Karena itu, kalau persahabatan di dunia dibangun atas dasar ketakwaan, insya Allah persahabatan itu akan berlanjut hingga ke akhirat. Sebaliknya, kalau persahabatan dibangun di atas permusuhan, saling menjatuhkan, iri hati, atau saling membantu dalam kemaksiatan, maka jangan berharap hubungan seperti itu akan membawa manfaat di akhirat.

Kemudian ada yang bertanya, “Bukankah syafaat hanya dimiliki oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”

Perlu dipahami bahwa syafaat terbesar memang milik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau adalah pemilik Syafa’atul ‘Uzhma, syafaat terbesar bagi umatnya pada Hari Kiamat.

Namun, selain syafaat Rasulullah, Allah juga mengizinkan bentuk-bentuk syafaat lainnya. Ada syafaat seorang nabi kepada umatnya, syafaat seorang mukmin kepada sahabatnya, syafaat seorang guru kepada muridnya atau sebaliknya, syafaat orang yang mati syahid kepada keluarganya, dan syafaat para penghafal Al-Qur’an kepada anggota keluarganya. Semua itu bukan karena kemampuan mereka sendiri, melainkan semata-mata karena izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Adapun mengenai syafaat Rasulullah kepada umatnya, beliau bersabda:

“Syafā’atī li ahlil kabā’iri min ummatī.”

“Syafaatku diperuntukkan bagi umatku yang melakukan dosa-dosa besar.”

Namun jangan sampai hadis ini membuat kita merasa aman lalu sengaja melakukan dosa besar. Justru dosa besar adalah perkara yang sangat berbahaya. Seorang mukmin harus berusaha menjaga dirinya dari kemaksiatan, memperbanyak taubat, dan memperbanyak amal saleh.

Kalaupun seseorang meninggal dalam keadaan membawa dosa besar, urusannya berada di bawah kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika Allah menghendaki, ia akan mendapatkan syafaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tetapi tidak ada seorang pun yang boleh merasa pasti akan mendapatkannya.

Oleh sebab itu, janganlah kita bergantung kepada syafaat. Yang harus kita lakukan sejak sekarang adalah memperbaiki iman, memperbanyak amal saleh, menjaga diri dari dosa, serta memilih sahabat-sahabat yang selalu mengajak kepada ketaatan. Insya Allah, persahabatan seperti itulah yang akan terus berlanjut hingga ke akhirat dan menjadi sebab datangnya rahmat serta syafaat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim