Kembali ke berita

Rasil News

BRIN Gelar Diskusi “Transisi Kepemimpinan Jokowi ke Prabowo: Perubahan dan/atau Keberlanjutan?”

Admin

Bagikan

BRIN Gelar Diskusi “Transisi Kepemimpinan Jokowi ke Prabowo: Perubahan dan/atau Keberlanjutan?”

Jakarta, Rasilnews – Diskusi bertajuk “Transisi Kepemimpinan Jokowi ke Prabowo: Perubahan dan/atau Keberlanjutan?” berlangsung di Ruang Auditorium, Gedung Widya Graha Lantai 2, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Selatan pada Selasa (17/12).

Acara ini membahas berbagai isu strategis dan membandingkan kepemimpinan dari Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ke Presiden saat ini, Prabowo Subianto.

Peneliti Pusat Studi Politik, Pandu Prayoga yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut menyampaikan pandangannya terkait dinamika kebijakan luar negeri Indonesia di tengah transisi kepemimpinan ini.

Dalam paparannya, Pandu menyoroti pentingnya peran Indonesia di level regional maupun global.

Pandu beranggapan Indonesia dituntut untuk lebih banyak berperan, baik di level regional maupun global.

“Kita melihat konflik seperti perang Ukraina-Rusia, ketegangan di Semenanjung Korea, konflik Laut Cina Selatan, hingga persoalan tradisional lain di sekitar kita. Pertanyaannya, apakah kebijakan luar negeri Indonesia akan berubah atau berlanjut di era Presiden Prabowo?,” kata dia.

Ia menekankan bahwa ASEAN akan tetap menjadi identitas utama kebijakan luar negeri Indonesia, sebagaimana di era Presiden Jokowi.

“Kebijakan politik dari Presiden Jokowi akan terus dijalankan, seperti penyelesaian perbatasan dengan Malaysia yang tinggal menunggu penandatanganan MoU di bawah rezim Presiden Prabowo,” tambahnya.

Namun, Pandu mencatat beberapa perubahan signifikan yang diperkirakan terjadi pada masa Presiden Prabowo. Salah satu perubahan adalah struktur Kementerian Luar Negeri.

“Pada masa Presiden Jokowi, kita hanya memiliki satu Menteri Luar Negeri. Sementara di era Presiden Prabowo, akan ada beberapa Wakil Menteri Luar Negeri yang bertugas menangani bidang-bidang khusus,” jelasnya.

Perubahan lain yang diantisipasi adalah pergeseran dari pendekatan bilateral ke multilateral, serta peningkatan intensitas perjalanan luar negeri, mirip dengan pola pemerintahan era Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Pandu juga mengingatkan tantangan yang akan dihadapi, seperti persoalan keamanan siber, ketidakstabilan regional, dan dinamika geopolitik yang terus berkembang.

Acara itu memberikan ruang diskusi bagi peserta untuk mengeksplorasi berbagai perspektif terkait keberlanjutan dan perubahan kebijakan pemerintahan baru.

Selain Pandu, diskusi tersebut juga menghadirkan peneliti lain dari BRIN di berbagai bidang, seperti Kelautan, Politik, Otonomi Daerah, Pertahanan, Kesetaraan Gender, dan lain-lain.***

Penulis: Ummu Assyifa

Editor: Arina Islami

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim