Kembali ke berita

Rasil News

BUMN Dianggap Cenderung Untungkan Elite Politik yang Berkuasa

Admin

Bagikan

BUMN Dianggap Cenderung Untungkan Elite Politik yang Berkuasa

Cibubur, Rasilnews — Sudah saatnya pemerintah mengkaji opsi melepas kepemilikan BUMN ke pasar modal untuk sepenuhnya dimiliki publik. Dengan saham yang dikuasai merata oleh jutaan penduduk Indonesia, keuntungan perusahaan-perusahaan raksasa ini bisa dinikmati langsung oleh warga negara.

Ha ini terungkap dalam Diskusi Radio Silaturahmi dalam milad ke 15 di Cibubur, Jawa Barat. Diskusi publik bertema “Kembalikan BUMN Untuk Kesejahteraan Rakyat” dengan dengan menghadirkan ekonom & pengamat politik Indonesia, Prof. Dr. Ichsanuddin Noorsy dan Anggota DPR RI dari fraksi PKS, Dr. Mardani Ali Sera.

“Selama ini, pola pengelolaan BUMN dianggap cenderung menguntungkan elite politik yang sedang berkuasa. Selain itu, intervensi kepentingan politik yang selama ini kerap membelenggu BUMN perlahan bisa dikikis,” ujarnya, seperti dikutip dari Energyworld.co.id

Ichsanuddin Noorsy mengatakan “bahwa sejak era soeharto hingga hari ini sebenarnya BUMN selalu menjadi sapi perah. Baik itu sapi perah bagi partai- partai politik maupun sapi perah bagi kekuatan eksekutif yang ada di dalamnya. Posisinya itu tidak pernah bergeser sesungguhnya.”

Harusnya ada pemisahan lingkungan bisnis dengan lingkungan politik. Entitas bisnis dengan entitas politik. Karena dalam sehari-harinya ada lingkungan bisnis dan politik, kenapa ini harus dipisahkan karena pendekatannya pun berbeda.

Lanjut Ichsanuddin Noorsy, “Maka gagasan saya tentang pembentukan Holding. Holding-holding itu dibentuk ada motifnya dalam ekonomi. semakin besar sebuah koorporasi maka semakin besar punya kemampuan untuk menyerbu pasar. Pentrasi pasar itu makin mudah diserbu oleh sebuah korporasi jika korporasi itu besar.”

Belum ada pergeseran cukup signifikan bagaimana mencegah BUMN untuk tidak dimasuki entitas politik agak kesulitan. “Dengan pembentukan holding itu bukan cuma sekedar dalam rangka membesarkan holding tapi sesungguhnya adalah dalam rangka mencegah masuknya entitas politik,” jelasnya.

Mardani Ali Sera, bahwa perubahan itu tergantung kepemimpinan. Kenapa kepemimpinan seseorang itu penting karena dalam konstruksi ketatanegaran Indonesia, Kepemimpinan presiden itu punya dua jabatan yaitu satu kepala pemerintahan dan pada saat yang sama kepala negara. Mengangkat konsul, mengangkat duta besar itu urusan kepala negara. Tidak kepala pemerintahan menunjuk jaksa agung, menteri-menteri, termasuk kapolri, BUMN , yang nunjuk presiden.

“Dan presiden itu ada syaratnya ga untuk nunjuk jadi menteri, ga ada. Syaratnya cuma satu : ditunjuk oleh presiden karena presiden punya hak prerogatif dan ga bisa ditawar,” jelas Ali.
Untuk perubahan Indonesia hanya perlu satu pemimpin dari pemimpin orang yang baik hati dan cerdas. Kenapa? Karena presiden yang baik hati dan cerdas akan memilih 50 orang pembantu utamanya dari kementerian dan lembaga negara, ada kapolri, jaksa agung dan lain-lain. 50 orang ini akan memilih eselon 1 para dirjen, dari ini akan memilih para direktur. “Maka, pembahasan ini baiknya membicarakan bagaimana harus menang pemilu 2024,” tutupnya

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim