Banyuwangi, Rasilnews – Perjalanan reporter Rasil, Bang Ichsan Thalib, dari Bali menuju Banyuwangi dalam rangka melihat langsung coverage area siaran Rasil melalui Radio Habibullah, membawa temuan lain di lapangan. Kemacetan panjang di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk menjadi salah satu persoalan yang menarik perhatiannya.
“Luar biasa macetnya. Saya melihat sendiri, kasihan itu sopir pada kelelahan di jalanan,” ujar Bang Ichsan dalam reportasenya dari Banyuwangi. Senin (28/09/26).
Menurut Bang Ichsan, kemacetan di kawasan tersebut tidak seperti biasanya yang cenderung terjadi pada momentum Natal dan Tahun Baru, Idul Fitri, maupun musim liburan sekolah. Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan justru terjadi hampir setiap hari. Untuk mengetahui penyebabnya, Bang Ichsan berbincang dengan Munif, salah seorang warga banyuwangi kepada Radio Silaturahim.
Munif menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi kepadatan adalah adanya dermaga yang sementara ditutup untuk perbaikan sekaligus peningkatan daya muat. Kapasitas dermaga yang sebelumnya sekitar 35 ton disebut akan ditingkatkan menjadi 50 ton. Di sisi lain, kapasitas kapal yang melayani lintasan Ketapang-Gilimanuk juga beragam, mulai dari kapal berukuran kecil hingga kapal dengan kapasitas lebih besar.
“Biasanya memang tidak pernah terjadi kemacetan seperti ini. Kemacetan itu biasanya di momen-momen tertentu, seperti Nataru, Idul Fitri, atau liburan sekolah. Tapi sekarang setiap hari mulai Rabu, Kamis selalu macet,” kata Munif.
Kepadatan tersebut terutama dirasakan kendaraan logistik dan truk berukuran besar. Munif menyebut, pengaturan kendaraan mulai dilakukan dengan memisahkan kendaraan kecil dan kendaraan besar. Kendaraan kecil diarahkan menggunakan kapal jenis MB, sedangkan kendaraan besar dan truk dengan muatan berat diarahkan menggunakan kapal LCT.
Menurut Munif, pengaturan tersebut diperlukan untuk menyesuaikan karakteristik kendaraan dengan kapal yang tersedia. Ia juga menilai operator penyeberangan memiliki peran penting dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan agar antrean tidak semakin panjang.












