Kembali ke berita

Rasil News

DDII 55 Tahun, Berperan Mengedukasi Dai dan Membina Masyarakat

Admin

Bagikan

DDII 55 Tahun, Berperan Mengedukasi Dai dan Membina Masyarakat

DDII 55 Tahun, Berperan Mengedukasi Dai dan Membina Masyarakat

Jakarta, Rasilnews — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) pada 26 Februari 2022 genap berusia 55 tahun. Menurut M. Fuad Nasar, Sekretaris Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam, organisasi ini memiliki peran yang strategis untuk mengedukasi para dai dan membina masyarakat.

“Saya mengucapkan syukur dan selamat Milad 55 tahun Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) pada tanggal 26 Februari 2022. Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia berdiri pada 26 Februari 1967 di Jakarta,” kata Fuad Nasar di Jakarta, Jumat (25/2).

“Semoga segenap jajaran Dewan Dakwah diberi kemampuan, kelancaran dan kesuksesan dengan ridha Allah SWT untuk mengimplementasikan cita-cita, tujuan dan program-programnya secara berkelanjutan untuk kemaslahatan umat,” lanjutnya.

Fuad menyampaikan, perkumpulan dan organisasi dakwah, seperti Dewan Dakwah Dakwah Islamiyah Indonesia ini, memiliki peran yang strategis untuk mengedukasi para dai dan membina masyarakat dengan dakwah yang bertolak dari niat ikhlas dan berbenteng di hati umat.

“Hal itu sesuai dengan gagasan besar para pendiri Dewan Dakwah yaitu pahlawan nasional Bapak Mohammad Natsir dan kawan-kawan yang secita-cita dalam perjuangannya,” ujarnya.

Pendiri dan pembangun DDII terdiri dari ulama pejuang, negarawan dan tokoh masyarakat muslim yang matang dalam perjuangan dan berpandangan jauh ke depan dengan komitmen keislaman dan keindonesiaan.

Program-program dakwah, sosial, ekonomi dan pendidikan yang digarap oleh Dewan Dakwah adalah dalam rangka mengisi dan memperkuat misi agama Islam itu sendiri sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Menurut Fuad, segenap jajaran DDII perlu merevitalisasi dan mereaktualisasi gagasan-gagasan besar para pendiri dan pendahulu organisasinya sebagai energi intelektual dalam menghadapi realitas masa kini dan masa depan.

Khittah DDII ialah “Dakwah Ilallah,” sebuah istilah yang sering disampaikan oleh allahu yarham Mohammad Natsir (1908 – 1993) semasa hidupnya. Dakwah dalam arti menyeru, mengajak dan memanggil manusia kepada jalan Allah, kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dakwah Ilallah itu mempunyai makna yang inklusif dan universal.

“Saya ingin menggaris-bawahi pesan Mohammad Natsir pada tahun 1969 dalam suatu acara di Kementerian Agama, yang saya kira penting dan relevan dengan cara kita menghadapi tantangan dakwah dewasa ini. Di mana beliau waktu itu mensinyalir hal-hal yang menjadi kelemahan dakwah Islam di negara kita, seperti kurangnya riset dan analisa serta konsultasi dalam kegiatan dakwah,” ungkap Fuad Nasar yang mengagumi tokoh M. Natsir

Menurut Pak Natsir, lanjut Fuad, kita sudah punya madrasah, universitas-universitas, tetapi untuk melakukan dakwah kita perlu lebih dari itu. Pak Natsir seringkali menekankan bahwa untuk melakukan dakwah titik beratnya bukan semata-mata pada ilmu, tetapi yang lebih penting ialah kepribadian mubaligh/da’i itu sendiri.

Dalam perubahan masyarakat yang dinamis, umat Islam tidak cukup hanya berdakwah dari mimbar masjid saja. Di samping itu perlu mengembangkan metode baru yang dilukiskan oleh para pemimpin DDII yaitu “dakwah tanpa suara”, dakwah melalui tulisan dan perbuatan nyata atau da’wah bilhal. Dakwah melalui multi media, termasuk media digital, perlu dikembangkan oleh semua organisasi dakwah di tanah air.

Pendekatan dakwah diperlukan untuk membangun keadaban bangsa dan membebaskan sebagian umat yang masih berada dalam situasi keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan. Dakwah di era post-truth menuntut kematangan psikologis, intelektual, profesional dan moral para dai dan penggiatnya.

“Saya mengajak kita semua, untuk terus senantiasa memperkuat fundamen moral Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Fuad seraya menambahkan, dengan peran agama dan dakwah yang menyejukkan dan mempersatukan bangsa di bawah panji-panji Ketuhanan Yang Maha Esa, dimana penjabaran maknanya bagi umat Islam adalah Tauhid.

“Sekali lagi, saya sampaikan selamat milad 55 tahun Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Saya memandang organisasi ini memiliki sejarah yang mengesankan dan mempunyai resources secara kultural, intelektual serta jejaring sosial nasional maupun global,” ucap Fuad

Dia berharap Dewan Dakwah dalam usianya yang sudah lebih dari setengah abad diharapkan lebih berkembang maju dalan menyongsong masa depan dan mengantisipasi perubahan dunia.

“Segenap elemen umat Islam perlu bersinergi mengembangkan syiar Islam melalui karya-karya ilmu pengetahuan, kebudayaan, pembangunan manusia dan masyarakat yang berkeadaban menuju Baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” demikian M. Fuad Nasar.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim