Kembali ke berita

Artikel

Deklarasi Anies-Muhaimin: Selamat Tinggal Politik Cebong Kampret, Selamat Datang Politik Kebhinekaan

Admin

Bagikan

Deklarasi Cawapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan di Hotel Majapahit, Surabaya, Sabtu (2/9/2023) [Rasilnews/akun instagram @aniesbaswedan]

Oleh Isa Ansori (Kolumnis dan Akademisi)

SEBELUM janur melengkung masih bisa diambil orang lain, nah itulah yang menggambarkan fakta politik deklarasi Mas Anies dan Cak Imin di Surabaya, Hotel Yamato Surabaya. Politik sopir bajay barangkali lebih tepat disematkan pada terjadinya kesepakatan antara Anies, Surya Paloh dan Muhaimin Iskandar. Terjadi secara cepat dan berhasil menyedot perhatian banyak orang.

Bagi Surya Paloh apa yang terjadi saat ini, Menyandingkan Anies dengan Muhaimin adalah upaya untuk menyatukan kembali perbedaan dan meninggalkan politik perpecahan yang terjadi selama 10 tahun belakangan ini. “Selamat tinggal politik cebong kampret dan selamat datang politik kebhinekaan,” begitulah cuplikan pidato Surya Paloh, Ketua Umum Partai NasDem, dalam deklarasi Amin, Anies – Muhaimin. Hal yang sama juga disampaikan oleh Cak Imin dalam pidato dekalrasinya, “Saya dan Mas Anies siap berjuang menata Indonesia” begitulah cuplikan pidato Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB, dalam pidato politik deklarasi.

Pidato Surya Paloh dan Cak Imin menjadi penyemangat spirit perubahan yang dibawah oleh Anies. “Semangat kita adalah semangat perubahan, menjadikan Indonesia lebih baik lagi, Indonesia yang mampu menghadirkan keadilan, kesejahteraan, perdamaian dan persatuan”, begitulah potongan pidato Mas Anies.

Saya merasakan betul suasana selama deklarasi, karena memang saya hadir untuk sebuah tugas menuliskan fakta di lapangan beserta suasananya. Ini adalah bagian dari puzzle sejarah menuju perubahan Indonesia, betapa tidak PKB yang sudah hampir satu tahun membangun koalisi dengan Gerindra, tapi selama itu pula tak juga mendapat kejelasan tentang statusnya, ibarat orang berpacaran, tak kunjung dipinang, maka tak salah kalau putar haluan ketika ada yang meminang. Hal yang sama juga terjadi ada yang meminta segera dipinang, tapi keluarga besar belum bersepakat, inilah sejatinya yang terjadi mengapa AHY belum jadi pasangan dan Cak Imin dideklarasikan.

Tapi sayangnya sebuah peristiwa yang normal terjadi dalam dunia politik tak disikapi dengan riang gembira, sehingga menimbulkan kegaduhan padahal mereka juga yakin sebelum janur melengkung masih akan ada banyak kemungkinan. Ironi memang sebuah proses demokrasi yang riang gembira dinodai dengan perilaku tak terpuji yang reaktif dan mengganggu. Bertebarannya spanduk hujatan kepada Anies yang mengatasnamakan namakan Partai Demokrat adalah hal yang patut disayangkan, jauh dari kesantunan, meski kita bisa memahami kekecewaan yang dialami. Tapi kembali lagi niat kita berpolitik adalah untuk menjadikan Indonesia lebih baik lagi, sehingga perbedaan pendapat dan pilihan adalah sebuah keniscayaan.

Yang lebih memprihatinkan lagi adalah ada sebagian kecil anak anak muda di Surabaya yang menjadi pendukung Ganjar, melakukan hal yang sejatinya jauh dari etika dan kesantunan berpolitik, berteriak teriak dukungan terhadap Ganjar di arena yang menjadi deklarasi Anies – Muhaimin, mereka beraktrasi “Ganjar Siji, Ganjar Kabeh” dengan berbagai alasan, tapi intinya bisa dipahami sebagai hal yang menodai demokrasi. Publik juga menjadi tak bersimpati apalagi ini dilakukan oleh anak anak muda, menodai kota Surabaya yang katanya kota yang demokratis dan toleran.

Semangat membangun politik kebangsaan yang menghargai perbedaan yang digaungkan oleh Koalisi Perubahan plus PKB ternyata disikapi dengan riang gembira oleh capres Ganjar dan Prabowo bahkan Puan Maharini. Prabowo memang tak banyak berkomentar, tapi sikapnya tenang dan tak melakukan aksi yang reaktif, menunjukkan kematangan dalam berpolitik. Begitu juga Ganjar dan Puan, serta Khofifah, Gubernur Jatim, menyambut baik deklarasi pasangan ini dan bahkan memberi ucapan selamat sebagai sebuah proses demokrasi. Seharusnya beginilah kontestasi politik disikapi dengan dewasa dan riang gembira. Berbeda itu boleh tapi jangan terbelah.

Saya juga sangat respek dengan politisi muda Surabaya, Arif Fathoni yang juga Ketua Golkar Surabaya yang mengatakan terimakasih kepada Mas Anies dan Cak Imin yang melaksanakan deklarasi di Surabaya, karena ini akan bisa menambah PAD Surabaya dan menggairahkan perekonomian Surabaya di tengah kelesuhan meningkatkan PAD, semoga akan banyak lagi event event nasional yang dilaksanakan di Surabaya.

Sikap dewasa dan melihat persamaan adalah hal penting yang harus segera dikedepankan, agar kita bisa melihat masa depan Indonesia.

Wallahu a’lam bish shawab

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim

Deklarasi Anies-Muhaimin: Selamat Tinggal Politik Cebong Kampret, Selamat Datang Politik Kebhinekaan · Berita · Radio Silaturahim 720 AM