Sulteng, Rasilnews — Kehadiran Al-Qur’an di tengah masyarakat bukan sekadar menghadirkan kitab suci, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan umat agar tetap dekat dengan petunjuk Allah SWT. Hal itu terlihat dalam kegiatan penyaluran bantuan Al-Qur’an oleh Relawan Peduli Al-Qur’an ke sejumlah desa dan wilayah kepulauan di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
Kegiatan tersebut turut didampingi Babinsa Ramil 1307-06 Wakai Kabupaten Tojo Una-Una, Pratu Dirjan Suratman Dago dan Koptu Sopianto. Dalam keterangannya, keduanya menyampaikan bahwa penyaluran bantuan Al-Qur’an kali ini baru menjangkau enam desa. Sementara itu, Kabupaten Tojo Una-Una memiliki sekitar 59 desa. Artinya, masih terdapat 53 desa yang belum terjangkau bantuan Al-Qur’an.
Menurut mereka, kebutuhan Al-Qur’an masih sangat besar, terutama di sejumlah kecamatan dan desa yang berada di wilayah kepulauan. Beberapa wilayah yang masih membutuhkan perhatian di antaranya Kecamatan Batu Daka, Ogeyan, Wilayah Besar, dan Talatako.
Untuk mencapai sejumlah wilayah tersebut, para relawan harus menempuh perjalanan menggunakan perahu dengan waktu tempuh sekitar satu hingga dua jam. Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu tantangan dalam mendistribusikan Al-Qur’an kepada masyarakat yang berada di wilayah terpencil dan kepulauan.
Sementara itu, masyarakat yang telah menerima bantuan menyambutnya dengan penuh rasa syukur. Pratu Dirjan Suratman Dago dan Koptu Sopianto menyampaikan bahwa masyarakat sangat senang mendapatkan bantuan Al-Qur’an dari Relawan Peduli Al-Qur’an.
Menurut keduanya, kehadiran bantuan tersebut sangat berarti karena masih terdapat banyak desa lain yang belum mendapatkan bantuan serupa. Mereka juga menyampaikan bahwa Relawan Peduli Al-Qur’an sebelumnya belum pernah menjangkau wilayah Kabupaten Tojo Una-Una.
Karena itu, mereka berharap program tersebut dapat kembali dilanjutkan dengan cakupan yang lebih luas, sehingga Al-Qur’an dapat menjangkau puluhan desa lainnya yang masih membutuhkan. “Kami mengharapkan Relawan Peduli Al-Qur’an dapat kembali datang dan membagikan Al-Qur’an ke 53 desa yang belum terjangkau,” ungkap Babinsa Ramil 1307-06 Wakai.
Penyaluran Al-Qur’an ke wilayah-wilayah terpencil menjadi pengingat bahwa dakwah dan kepedulian terhadap umat tidak boleh berhenti hanya karena jarak dan keterbatasan akses. Setiap mushaf yang sampai ke tangan masyarakat diharapkan menjadi jalan bagi lahirnya generasi yang semakin dekat dengan Al-Qur’an, mempelajari isinya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dari pelosok kepulauan Indonesia, semangat untuk menghadirkan Al-Qur’an terus menyala. Setiap mushaf yang diwakafkan, insya Allah menjadi amal jariyah selama ayat-ayatnya terus dibaca, dipelajari, dan diamalkan oleh umat.












