Kembali ke berita

Dialog Topik Berita

Dokter Sarbini Himbau Presiden Segera Turun Atasi Kegaduhan di Dunia Kedokteran

Admin

Bagikan

Dokter Sarbini Himbau Presiden Segera Turun Atasi Kegaduhan di Dunia Kedokteran

Cibubur, Rasilnews – Dunia kedokteran Indonesia tengah menghadapi kegaduhan yang dipicu oleh kebijakan terbaru dari Menteri Kesehatan (Menkes), yang dinilai terlalu jauh mengintervensi sistem pendidikan kedokteran nasional. Kritik tajam terhadap kebijakan ini disampaikan oleh dr. Sarbini Abdul Murad, atau yang akrab disapa Dr. Ben, dalam program Dialog Topik Berita Radio Silaturahim, Kamis (22/05/2025).

Dr. Ben, yang dikenal sebagai tenaga medis sekaligus relawan kemanusiaan, menyatakan bahwa kebijakan Kementerian Kesehatan yang mendorong sistem pendidikan kedokteran berbasis rumah sakit (hospital-based) secara masif, mengancam kualitas pendidikan dokter di Indonesia. Menurutnya, pendekatan tersebut tidak mempertimbangkan aspek-aspek mendasar dalam pembentukan kompetensi dokter.

“Pendidikan kedokteran bukan hanya soal mencetak dokter dalam jumlah besar. Kita bicara soal integritas, etika, keterampilan, dan karakter. Ini tidak bisa dibentuk dalam sistem yang hanya mengejar kuantitas,” ujar dr. Ben dalam Dialog tersebut.

Dokter Ben juga menyoroti ketidaksinergian antara para pelaksana kesehatan di lapangan dan pengambil kebijakan pusat. Ia menyebut pendekatan Menkes terkesan arogan dan tidak membuka ruang dialog yang konstruktif dengan para akademisi.

“Kalau para guru besar sudah turun tangan dan menyampaikan pernyataan sikap, itu bukan hal yang biasa. Itu tanda bahwa sistem sedang tidak baik-baik saja,” tegasnya.

Kekhawatiran serupa juga datang dari berbagai guru besar kedokteran dari universitas ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, hingga sejumlah kampus di daerah. Mereka mengingatkan bahwa intervensi pemerintah yang tidak hati-hati bisa menjatuhkan martabat pendidikan kedokteran Indonesia.

Sebagai seorang yang sudah malang melintang didunia kesehatan dan kemanusiaan, dokter Ben pun mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak menutup mata terhadap gejolak yang sedang berlangsung. Ia menyatakan bahwa dunia pendidikan kedokteran memiliki ranah yang sakral dan tidak boleh dijadikan objek eksperimen kebijakan tanpa dasar ilmiah dan akademik yang kuat.

“Presiden harus peka. Pendidikan dokter itu bukan ruang politik, tapi ruang pengabdian dan keilmuan. Kalau rusak, dampaknya panjang terhadap kualitas layanan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Dirinya berharap agar suara dari para guru besar dan praktisi dunia Kedokteran bisa menjadi masukan yang serius bagi pemerintah sebelum menetapkan kebijakan lebih lanjut.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim