Cibubur, Rasilnews — Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, mengajak generasi muda Indonesia untuk mencintai Tanah Air, menjaga bendera Merah Putih, serta mempertahankan persatuan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Abdulfattah A.K. Al-Sattari dalam kegiatan Palestine Day, kolaborasi SMART171 dan Kedutaan Besar Palestina, yang digelar untuk memperkenalkan Palestina kepada generasi muda melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan inklusif.
Dalam kegiatan tersebut, Abdulfattah mengapresiasi semangat masyarakat Indonesia dalam merayakan kemerdekaan. Menurutnya, kecintaan terhadap bangsa terlihat dari berbagai cara, mulai dari mengibarkan bendera hingga mengenakan pakaian bernuansa merah putih.
Ia kemudian menyampaikan pesan kepada para pelajar dan generasi muda Indonesia agar terus menjaga negara dan persatuan. “Jaga negaranya, jaga benderanya. Kalian harus mencintai negara lebih dari apa pun di dunia ini,” pesannya.
Abdulfattah juga mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak membiarkan pihak mana pun memecah belah bangsa. Menurutnya, Indonesia memiliki pemerintahan, ekonomi, dan kekuatan militer yang kuat. Kekuatan tersebut harus dipertahankan dengan menjaga persatuan dan kecintaan antarsesama warga negara.
“Indonesia harus tetap menjadi satu negara. Jangan biarkan siapa pun memisahkan negara ini menjadi beberapa bagian atau menjadi dua bendera. Ini adalah negara kalian,” tegasnya.
Palestine Day secara khusus menghadirkan para pelajar SMP dan SMA negeri di sekitar lingkungan Kedutaan Besar Palestina. Kegiatan ini dirancang berbeda dari kegiatan diplomatik yang umumnya berlangsung formal. Kedutaan Besar Palestina dibuka sebagai ruang belajar yang ramah dan interaktif bagi para pelajar.
Peserta tidak hanya menjadi penonton. Mereka dapat berinteraksi langsung dengan Duta Besar Palestina beserta jajaran diplomatik, mengunjungi mini exhibition dan instalasi tematik, mengikuti permainan edukatif, serta berdialog mengenai sejarah, budaya, dan hubungan Indonesia-Palestina.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan dapat mengenal Palestina secara lebih dekat sekaligus memahami hubungan historis dan persahabatan yang telah terjalin antara Indonesia dan Palestina.
Dalam kesempatan tersebut, Abdulfattah juga membagikan pengalamannya selama berada di Indonesia. Ia mengatakan tiba di Indonesia pada 13 Januari 2026 dan telah menjalani sekitar tujuh bulan masa tugas di Tanah Air. Selama berada di Indonesia, ia mengaku tidak merasa seperti berada di negara asing.
“Saya tidak merasa berada di negara asing. Saya merasa berada di negara saya sendiri, bersama keluarga besar saya, rakyat Indonesia,” ujarnya.
Menurut Abdulfattah, kedekatan tersebut semakin terasa ketika dirinya bertemu masyarakat Indonesia di berbagai daerah dan menceritakan kondisi rakyat Palestina. Ia berasal dari Gaza, sementara deputinya berasal dari Hebron, Tepi Barat. Keluarga, saudara, dan sahabat mereka masih berada di Palestina.
Ketika masyarakat Indonesia mengetahui latar belakang tersebut, banyak yang menunjukkan keprihatinan. Bahkan, menurut Abdulfattah, sebagian masyarakat Indonesia menangis setelah mendengar langsung cerita mengenai kondisi rakyat Palestina.
Ia juga menceritakan pengalaman melihat tentara Israel dan pemukim di wilayah Palestina serta bagaimana rakyat Palestina menghadapi berbagai tekanan dalam mempertahankan tanah mereka.
Abdulfattah mengatakan keteguhan rakyat Palestina tidak terlepas dari pendidikan keluarga yang mengajarkan mereka untuk tetap kuat dan melanjutkan perjuangan menghadapi pendudukan.
Duta Besar Palestina itu juga memberikan apresiasi atas besarnya dukungan masyarakat Indonesia terhadap Palestina. Ia mengatakan hampir setiap hari terdapat delegasi yang datang ke Kedutaan Besar Palestina. Di sisi lain, dirinya juga kerap menghadiri berbagai kegiatan yang diselenggarakan organisasi dan masyarakat Indonesia.
Menurutnya, dukungan tersebut sangat besar dan menjadi pengalaman yang berkesan selama menjalankan tugas di Indonesia. “Dukungan Indonesia untuk Palestina sangat besar, dukungan yang luar biasa,” katanya.
Abdulfattah menilai kegiatan seperti Palestine Day penting untuk memperkuat hubungan kedua bangsa. Menurutnya, kerja sama Indonesia dan Palestina bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga harus dibangun untuk masa depan.
Menemukan Jejak Pejuang Palestina di Bandung
Salah satu hal yang berkesan bagi Abdulfattah selama berada di Indonesia adalah ketika mengunjungi Bandung sekitar sebulan lalu.
Saat tiba di sebuah hotel, ia menemukan nama dan tanda tangan Abdel Qader al-Husseini, tokoh perjuangan Palestina yang disebutnya pernah berada di Bandung pada 1959.
Bagi Abdulfattah, keberadaan jejak tokoh Palestina tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan Indonesia dan Palestina memiliki sejarah panjang.
Ia juga melihat adanya persamaan pengalaman sejarah antara kedua bangsa. Indonesia pernah berada di bawah penjajahan, sementara rakyat Palestina hingga kini masih menghadapi pendudukan Israel.
“Rakyat Indonesia sangat menderita di bawah penjajahan. Rakyat Palestina juga mengalami penderitaan yang sama,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman sejarah tersebut membuat masyarakat Indonesia memiliki kedekatan emosional dengan perjuangan rakyat Palestina.
Berharap Al-Aqsa dan Palestina Merdeka
Di hadapan para peserta Palestine Day, Abdulfattah juga menyampaikan harapan agar suatu hari Palestina merdeka dan Masjid Al-Aqsa terbebas.
Ia berharap masyarakat Indonesia dapat mengunjungi Masjid Al-Aqsa ketika Palestina telah merdeka, kemudian berkunjung ke Gaza dan Hebron. “Insyaallah suatu hari Masjid Al-Aqsa akan merdeka dan kalian semua akan mengunjungi Al-Aqsa,” katanya.
Ia bahkan membayangkan dapat menyambut masyarakat Indonesia di Palestina bersama deputinya dengan hidangan khas Palestina, salah satunya maqluba.
Abdulfattah menegaskan hubungan Indonesia dan Palestina tidak hanya dibangun melalui hubungan diplomatik, tetapi juga melalui persaudaraan dan pengalaman sejarah kedua bangsa. Karena itu, ia berharap generasi muda Indonesia dapat menjadi penerus persahabatan kedua negara.
Palestine Day menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan generasi muda Indonesia dengan perwakilan Palestina secara langsung. Melalui interaksi tersebut, para pelajar tidak hanya mengenal Palestina dari buku atau pemberitaan, tetapi juga dapat mendengar langsung pengalaman dan cerita dari masyarakat Palestina.
Bagi Abdulfattah, dukungan masyarakat Indonesia merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi rakyat Palestina. Ia pun berharap kerja sama dan persaudaraan Indonesia-Palestina terus terjaga dan semakin kuat pada masa mendatang. “Kami ingin bekerja sama sekarang dan di masa depan, insyaallah,” ujarnya.
Abdulfattah A.K. Al-Sattari sendiri resmi menjalankan tugas sebagai Duta Besar Palestina untuk Indonesia pada awal 2026, menggantikan Zuhair Al-Shun, yang telah menjalankan tugas diplomatik di Indonesia sejak Januari 2018.












