Kembali ke berita

Rasil News

Geiz Chalifah : Dakwah Rasil Harus Membumi dan Relevan dengan Realitas Masyarakat

Admin

Bagikan

Geiz Chalifah : Dakwah Rasil Harus Membumi dan Relevan dengan Realitas Masyarakat

Jakarta, Rasilnews — Dakwah di era modern dituntut untuk semakin membumi dan relevan dengan kehidupan nyata masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Geiz Chalifah, Humas Rasil dalam Musyarawah Kerja Rasil 2026 dengan tema “Dakwah Menggerakkan, Adab Memuliakan, Produktivitas memberdayakan”, Selasa, 25 Jumadil Akhir 1447 H/16 Desember 2025. Dirinya juga menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang berangkat dari pemahaman mendalam terhadap realitas sosial, bukan sekadar asumsi.

Menurut Geiz, masyarakat perkotaan saat ini hidup di tengah kebisingan kota, kenaikan biaya hidup yang tidak sebanding dengan pendapatan, serta banjir informasi yang justru sering kali menggerus ketenangan batin. “Di tengah kondisi seperti itu, dakwah Rasil harus hadir. Namun bukan dalam bentuk ceramah yang berjarak, melainkan sebagai teman hidup yang dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja di sektor informal yang rentan terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi tersebut membuat masyarakat mudah mengalami tekanan dan frustrasi. Dalam situasi ini, agama kerap menjadi sandaran utama untuk mencari ketenangan batin. Oleh karena itu, dakwah harus mampu menjawab persoalan nyata kehidupan sehari-hari dan memberikan rasa aman serta kedekatan emosional.

Geiz menambahkan, dakwah yang efektif adalah dakwah yang intim dan jujur, serta memiliki relevansi langsung dengan pengalaman hidup masyarakat. “Masyarakat hari ini mencari kejujuran dan kedekatan. Dakwah tidak perlu menjual kesedihan, tetapi menjual rasa kebersamaan dan kedekatan,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran media sosial dalam aktivitas dakwah Rasil. Cerita-cerita tentang keseharian, perjuangan hidup, dan pengalaman nyata dinilai lebih mampu menyentuh hati pendengar dibandingkan pendekatan yang kaku dan formal. “Rasil harus menjadi teman hidup, hadir dekat dengan pendengarnya, serta mampu membaca arah zaman tanpa larut dalam situasi,” lanjutnya.

Di sisi lain, Geiz mengakui bahwa dunia radio saat ini tengah menghadapi tantangan besar. Namun, ia menegaskan bahwa Rasil memiliki kekuatan tersendiri karena dibiayai dan didukung langsung oleh pendengarnya. Berbeda dengan radio lain yang nilai jualnya menurun drastis, Rasil dituntut untuk terus berbenah dan bergerak cepat melakukan perbaikan.

Ia juga mendorong keterlibatan anak muda dalam dakwah, dengan gaya komunikasi yang sesuai dengan dunia mereka. Selain itu, Geiz menekankan pentingnya membangun jejaring, termasuk belajar dari aktivitas masjid-masjid di luar negeri, khususnya di kawasan Barat. “Meski sebagian dari mereka tidak mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri, pemahaman keagamaannya mungkin masih lemah, tetapi semangat keagamaannya sangat tinggi. Ini potensi besar yang harus dirangkul,” pungkasnya.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim