Kembali ke berita

Rasil News

Hebat! KKN Mahasiswa UNDIP Ajarkan Pelatihan Pembuatan Tempe Untuk Selamatkan Generasi Penerus

Admin

Bagikan

Hebat! KKN Mahasiswa UNDIP Ajarkan Pelatihan Pembuatan Tempe Untuk Selamatkan Generasi Penerus

Klaten, Rasilnews – Desa Mireng terletak di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah
Indonesia. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 171.7 Ha dan terbagi menjadi beberapa dukuh. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani, pedagang, dan buruh. Sebagian besar mata pencaharian penduduk masih berfokus pada sektor pertanian, terutama pertanian padi, jagung, dan sayuran

Namun kini, UMKM di desa tersebut berada di ambang ketiadaan, yakni UMKM pembuatan tempe. Tradisi ini, yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, kini terancam berhenti karena kurangnya minat dari generasi muda untuk meneruskannya.

Dalam upaya untuk menjaga keberlanjutan dan menghidupkan kembali semangat UMKM lokal, Mahasiswa UNDIP yang tengah melaksanakan giat KKN di desa Mireng meluncurkan program pemberdayaan masyarakat. “Alasan pemilihan program ini karena adanya potensi desa yaitu UMKM pembuatan tempe di Desa Mireng yang sudah lama tak lagi berjalan, padahal dulunya UMKM didesa ini berjalan dari generasi ke generasi,” ungkap Mohammad Sami Thalib, Mahasiswa UNDIP kepada Rasilnews.

Pilihan untuk mempertahankan UMKM pembuatan tempe tidaklah tanpa alasan. “Namun, dewasa ini UMKM tersebut terancam berhenti berjalan karena tidak ada lagi generasi yang ingin meneruskan,” tambahnya. Desa Mireng memiliki potensi besar dalam produksi tempe yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat. “Adanya produk ini perlu dipertahankan sehingga dapat menjadi produk unggulan di Desa Mireng yang terus ada,” jelasnya.

Kegiatan utama dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah pelatihan dan praktek pembuatan tempe. “Bentuk kegiatan yang akan dilakukan untuk menerapkan program tersebut berupa pelatihan dan praktek pembuatan tempe yang mengajak masyarakat sekitar Dukuh Dayan,” terang Sami. Pelatihan tersebut akan melibatkan masyarakat sekitar Dukuh Dayan, dengan harapan agar mereka dapat memahami secara mendalam seluk-beluk produksi tempe dan kemudian mengaplikasikannya dengan keterampilan yang diperoleh.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang potensi ekonomi dan manfaat jangka panjang dari menjaga kelangsungan UMKM lokal. “Adanya produk ini perlu dipertahankan sehingga dapat menjadi produk unggulan di Desa Mireng yang terus ada,” ujar Sami. Thalib, menekankan pentingnya keberlanjutan produk lokal sebagai bagian integral dari identitas budaya Desa Mireng.

Mahasiswa jurusan Hukum di UNDIP ini juga mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan tempe ini bukan hanya sekadar usaha untuk melestarikan tradisi lokal, tetapi juga untuk menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Mireng. “diharapkan program ini tidak hanya dapat menyelamatkan UMKM pembuatan tempe, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda desa tersebut,” tandasnya.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim