Sanaa, Rasilnews – Kelompok Houthi di Yaman mengumumkan pemberlakuan blokade maritim terhadap Arab Saudi yang berlaku segera. Kebijakan tersebut diumumkan sebagai respons atas blokade dan serangan yang menurut Houthi terus dilakukan Riyadh terhadap Yaman, termasuk pengeboman Bandara Internasional Sanaa.
Juru bicara militer Houthi Brigadir Jenderal Yahya Saree menyatakan kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi akan dikenai larangan melintasi jalur pelayaran strategis, termasuk kawasan Bab al-Mandab yang menjadi pintu masuk Laut Merah di bagian selatan.
Menurut Saree, Arab Saudi telah memberlakukan pembatasan terhadap pelabuhan, bandara, serta jalur darat, laut, dan udara Yaman selama hampir 12 tahun. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi dasar bagi Houthi untuk menerapkan kebijakan yang mereka sebut sebagai prinsip “blokade dibalas blokade.”
Houthi juga memperingatkan bahwa setiap eskalasi militer dari Arab Saudi akan dibalas dengan respons yang lebih besar. Kelompok tersebut mengaku telah menyiapkan berbagai langkah menghadapi kemungkinan perkembangan situasi di kawasan.
Selain mengumumkan blokade maritim, Houthi mengimbau maskapai penerbangan internasional menghindari wilayah udara Arab Saudi hingga pembatasan terhadap Bandara Internasional Sanaa dicabut. Mereka juga menyerukan masyarakat Yaman untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat dukungan terhadap kelompok tersebut.
Pengumuman itu muncul setelah berlangsungnya demonstrasi besar di berbagai wilayah Yaman yang mendukung langkah pemerintah de facto Houthi dalam menghadapi tekanan dari Arab Saudi. Aksi tersebut juga menyusul meningkatnya ketegangan setelah serangan terhadap Bandara Sanaa dan operasi balasan yang diklaim menargetkan Bandara Abha di Arab Saudi.
Konflik Yaman sendiri telah berlangsung sejak 2015 ketika koalisi yang dipimpin Arab Saudi melancarkan operasi militer untuk mendukung pemerintahan Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi setelah ibu kota Sanaa dikuasai Houthi. Konflik berkepanjangan itu telah memicu krisis kemanusiaan yang menewaskan ratusan ribu orang akibat pertempuran, kelaparan, dan penyakit.
Langkah terbaru Houthi diperkirakan akan semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Laut Merah, yang sebelumnya juga menghadapi gangguan keamanan akibat konflik regional dan ancaman terhadap jalur pelayaran internasional.












