Kembali ke berita

Dialog Topik Berita

Ichsanudin Nursi : Daya Beli Melemah, Elite Pasar Modal Ramai Mengundurkan Diri Tanda Ekonomi Sedang Tidak Baik Baik Saja

Admin

Bagikan

Ichsanudin Nursi : Daya Beli Melemah, Elite Pasar Modal Ramai Mengundurkan Diri Tanda Ekonomi Sedang Tidak Baik Baik Saja

Cibubur, Rasilnews – Pengamat ekonomi dan politik Ichsanudin Nursi menilai Indonesia saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi yang serius dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, kondisi ekonomi nasional tidak lagi bisa dibaca hanya dari indikator makro, tetapi harus dilihat dari realitas sosial yang dihadapi rakyat.

Daya beli menurun, kelas menengah melemah, pemutusan hubungan kerja meningkat, sementara indeks harga saham gabungan (IHSG) justru mengalami tekanan hingga memicu mundurnya sejumlah elite pasar modal, demikian disampaikan Ichsanudin Nursi dalam Dialog Topik Berita , Selasa (03/02/26).

Dalam dialog tersebut, Ichsanudin Nursi menegaskan bahwa turunnya daya beli masyarakat bukanlah fenomena sementara. Kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, kesehatan, dan perumahan membuat masyarakat memilih menahan konsumsi dan menyimpan uang sebagai bentuk antisipasi ketidakpastian ekonomi.

Ia menilai kecenderungan masyarakat untuk saving money bukan pertanda optimisme, melainkan sinyal kekhawatiran terhadap masa depan. Kelas menengah, yang selama ini menjadi tulang punggung konsumsi domestik, kini berada dalam tekanan berat. Banyak yang mengalami penurunan kelas ekonomi akibat stagnasi pendapatan dan kehilangan pekerjaan.

“Ketika kelas menengah melemah, maka mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional ikut terganggu,” ujar Ichsanudin.

Ichsanudin juga menyoroti tekanan pada IHSG yang berujung pada mundurnya sejumlah petinggi lembaga pasar modal. Menurutnya, upaya menjaga stabilitas indeks saham sering kali lebih berorientasi pada kepercayaan finansial elite, bukan pada perbaikan ekonomi riil masyarakat.

Ia mempertanyakan relevansi stabilitas IHSG dengan kondisi sosial ekonomi rakyat. “Apa hubungannya dijaganya indeks harga saham dengan masyarakat yang daya belinya jatuh, kelas menengahnya turun, dan PHK meningkat?” ujarnya dalam dialog tersebut.

Menurut Ichsanudin, stabilitas finansial yang tidak diiringi perbaikan ekonomi riil hanya akan melahirkan ilusi kesejahteraan.

Dalam kesempatan yang sama, Ichsanudin Nursi juga menanggapi pertemuan Prabowo dengan sejumlah tokoh oposisi di tengah tekanan ekonomi dan kritik publik yang menguat. Ia menilai pertemuan tersebut wajar menimbulkan perhatian publik, namun yang lebih penting adalah substansi pembahasannya.

Pertanyaan mendasarnya, kata Ichsanudin, adalah apakah dialog tersebut menyentuh akar persoalan bangsa atau hanya membahas masalah hilir seperti stabilitas politik jangka pendek dan pengelolaan tekanan publik.

“Yang perlu dilihat bukan siapa yang bertemu, tetapi apa yang dibicarakan dan sejauh mana itu menyentuh persoalan mendasar,” tegasnya.

Ichsanudin Nursi menekankan bahwa krisis Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan hilir semata. Ia mengkritik kecenderungan gerakan politik yang terlalu fokus pada figur dan jabatan, sementara akar masalah sistemik justru diabaikan.

Menurutnya, persoalan kedaulatan rakyat tidak diambil oleh individu tertentu, melainkan oleh sistem politik dan konstitusional yang memungkinkan kekuasaan terpusat dan rakyat kehilangan kontrol substantif atas kebijakan publik.

Selama persoalan di hulu—seperti sistem politik, arah kebijakan ekonomi, dan fondasi konstitusional—tidak dibenahi, maka berbagai solusi ekonomi dan politik hanya akan bersifat sementara dan tambal sulam.

Penulis buku Prahara Bangsa ini mengingatkan bahwa Indonesia tidak hanya menghadapi krisis ekonomi, tetapi juga krisis sistem dan arah kebijakan. Ia menilai stabilisasi ekonomi dan manuver politik tidak akan cukup tanpa keberanian menyentuh akar persoalan bangsa.

Menurutnya, krisis ini seharusnya menjadi momentum refleksi nasional—bukan sekadar tentang siapa yang berkuasa, tetapi tentang sistem apa yang dijalankan dan untuk kepentingan siapa kekuasaan itu bekerja.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim