Kembali ke berita

Dialog Topik Berita

Ichsanudin Nursy: Yang Terjadi Hari Ini Sudah Saya Ingatkan Hampir 10 Tahun

Admin

Bagikan

Ichsanudin Nursy: Yang Terjadi Hari Ini Sudah Saya Ingatkan Hampir 10 Tahun

Cibubur, Rasilnews – Kondisi Indonesia yang dinilai “Tidak sedang Baik- Baik saja” yang terjadi saat ini merupakan hasil akumulasi dari sejumlah faktor yang disebut sebagai “7i”, yakni invasi, intervensi, infiltrasi, interferensi, indoktrinasi, intimidasi, dan inflasi. rangkaian faktor tersebut telah berlangsung dalam jangka panjang dan berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ichsanudin Nursy dalam program Topik Berita Radio Silaturahim, Selasa (09/06/26). Ia mengatakan bahwa berbagai perkembangan yang terjadi saat ini sebenarnya telah lama diperingatkan melalui sejumlah forum diskusi dan Dialog Berita Rasil yang ia ikuti selama hampir satu dekade terakhir.

“Ada invasi, ada intervensi, ada infiltrasi, ada interferensi, ada indoktrinasi, ada intimidasi, dan ada inflasi. Hasil akhirnya adalah instabilitas seperti yang kita saksikan sekarang,” kata Ichsanudin.

Ia menjelaskan bahwa konsep “7i” digunakan untuk menggambarkan berbagai bentuk tekanan dan pengaruh yang menurutnya berkontribusi terhadap melemahnya stabilitas di berbagai sektor. Karena itu, ia mengaku tidak terkejut melihat kondisi yang berkembang saat ini, mengingat berbagai indikator tersebut telah lama menjadi perhatian dalam analisis yang disampaikannya kepada publik.

Menurut Ichsanudin, penyampaian peringatan terhadap berbagai persoalan bangsa merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Meski demikian, ia mengakui bahwa pandangan yang disampaikannya kerap menimbulkan pro dan kontra di tengah publik.

Dalam kesempatan itu, Ichsanudin mengaitkan sikap tersebut dengan nilai yang terkandung dalam Surah Al-‘Ashr ayat 3 mengenai pentingnya saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 3)

Ia menuturkan bahwa selama ini dirinya berupaya menjalankan prinsip tersebut melalui penyampaian analisis, kritik, dan pandangan terhadap berbagai isu nasional. Menurutnya, upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa dan masyarakat.

Ichsanudin juga mengungkapkan bahwa dirinya beberapa kali menerima respons negatif setelah menyampaikan pandangannya di ruang publik. Respons tersebut, kata dia, berupa teguran maupun pesan bernada intimidatif dari sejumlah pihak. Namun demikian, ia memilih untuk tidak menanggapi dengan permusuhan.

“Saya tidak marah. Saya justru mendoakan mereka dan berterima kasih atas semua respons yang diberikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ichsanudin mengajak pihak-pihak yang memiliki pandangan berbeda untuk mengedepankan dialog dan pertukaran gagasan secara terbuka. Menurutnya, perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan melalui diskusi yang sehat dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan melalui intimidasi atau serangan personal.

Ia menegaskan bahwa dialog merupakan sarana terbaik untuk mencari titik temu sekaligus menguji kebenaran suatu pandangan. Karena itu, ia menyatakan kesiapannya untuk berdiskusi dengan siapa pun yang memiliki perbedaan perspektif terhadap analisis yang disampaikannya.

Ichsanudin mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan etika, kesabaran, dan semangat mencari kebenaran dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, perjalanan waktu pada akhirnya akan menunjukkan validitas setiap pandangan dan argumentasi yang berkembang di ruang publik.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim