Kembali ke berita

Rasil News

Imaam Besar Habib Rizieq Shihab Ajak Organisasi Islam Dukung Wacana MUI Soal Pemidanaan LGBT

Admin

Bagikan

Imaam Besar Habib Rizieq Shihab Ajak Organisasi Islam Dukung Wacana MUI Soal Pemidanaan LGBT

Cibubur, Rasilnews — Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, mengajak organisasi-organisasi Islam memberikan dukungan terhadap wacana Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai pemidanaan perilaku LGBT serta pembatasan kampanye yang berkaitan dengannya. Seruan itu disampaikan dalam pengajian bulanan FPI bertajuk “Pemaparan Singkat tentang HAM Islam dan HAM Barat” yang disiarkan melalui kanal Islamic Brotherhood Television (IBTV).

“Kalau ada 37 organisasi yang menentang MUI, mengapa kita tidak mengumpulkan seribu satu organisasi yang mendukung MUI?” kata Habib Rizieq dalam ceramahnya.

Menurut Habib Rizieq, organisasi-organisasi Islam tidak seharusnya bersikap pasif dalam menyikapi perdebatan mengenai wacana tersebut. Ia mendorong seluruh elemen umat Islam untuk menyampaikan dukungan terhadap upaya menjaga nilai-nilai agama dan moral melalui cara-cara yang damai, konstitusional, serta sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dalam pemaparannya, Habib Rizieq menilai konsep hak asasi manusia (HAM) dalam Islam berbeda dengan konsep HAM yang berkembang di Barat. Menurutnya, kebebasan dalam Islam tidak bersifat mutlak, melainkan dibatasi oleh ketentuan syariat.

“Makan dan minum adalah hak asasi manusia. Tetapi, dalam Islam ada batasannya. Makan dan minum harus yang halal, bukan yang haram,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsumsi minuman keras maupun narkoba tidak dapat dikategorikan sebagai hak asasi manusia karena merupakan perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Rizieq juga menyinggung wacana yang pernah disampaikan MUI mengenai usulan pemidanaan terhadap perilaku LGBT dan pihak-pihak yang secara aktif mengampanyekannya. Menurutnya, usulan itu memperoleh dukungan dari sejumlah organisasi Islam, namun juga mendapat penolakan dari puluhan organisasi masyarakat sipil.

Ia menyebut, berdasarkan berbagai pemberitaan, terdapat sekitar 37 organisasi yang menyatakan penolakan terhadap wacana MUI tersebut. Menurut Habib Rizieq, perbedaan sikap itu tidak hanya berkaitan dengan dinamika di tingkat nasional, tetapi juga merupakan bagian dari perdebatan yang memiliki dimensi internasional.

“Jangan sampai MUI berjuang sendirian. Kalau ada satu organisasi yang menyuarakan amar ma’ruf nahi munkar, organisasi-organisasi Islam yang lain hendaknya memberikan dukungan sesuai dengan kapasitas masing-masing,” katanya.

Selain membahas isu tersebut, Habib Rizieq mengulas perjalanan advokasi FPI sejak organisasi itu berdiri pada 1998. Ia mengatakan FPI telah lama menyuarakan penolakan terhadap berbagai kegiatan yang dinilai mempromosikan LGBT, sekaligus mengusulkan agar ketentuan pidana mengenai persoalan tersebut dimasukkan dalam pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

Menurutnya, usulan tersebut belum terakomodasi dalam KUHP yang disahkan pada 2023 dan mulai berlaku pada 2 Januari 2026. Ia juga mengkritisi sejumlah ketentuan mengenai tindak pidana kesusilaan yang dinilai masih terbatas karena menggunakan mekanisme delik aduan.

Habib Rizieq menegaskan bahwa konsep HAM dalam Islam tidak hanya berbicara mengenai hak individu, tetapi juga mencakup kewajiban terhadap Allah, sesama manusia, masyarakat, dan negara.

“Yang terpenting bagi kita adalah memahami bahwa sebagai seorang Muslim, ukuran benar dan salah bukan mengikuti arus opini manusia, tetapi mengikuti petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sunnah Rasul-Nya,” ujar Habib Rizieq.

Menutup ceramahnya, ia mengajak ulama, organisasi kemasyarakatan Islam, lembaga dakwah, dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam menjaga nilai-nilai agama dan moral bangsa melalui pendekatan yang damai, santun, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim