Kembali ke berita

Rasil News

Iran Tampar Negara Teluk dengan Ayat Quran

Admin

Bagikan

Iran Tampar Negara Teluk dengan Ayat Quran

Teheran, Rasilnews – Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya menjadi penghormatan terakhir bagi pemimpin tertinggi Iran. Di balik lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang mengiringi kedatangan setiap delegasi asing, Teheran menyampaikan pesan politik yang sangat terukur.

Setiap negara, setiap kelompok perlawanan, bahkan setiap pemerintah yang hadir memperoleh ayat berbeda sesuai dengan bagaimana Iran memandang posisi mereka dalam peta geopolitik Timur Tengah.

Bagi negara-negara yang dianggap sebagai bagian dari Poros Perlawanan, Iran memilih ayat tentang syahid, kemenangan, dan janji Allah kepada orang-orang yang berjihad.

Bagi negara-negara sahabat seperti Rusia, Tiongkok, India, dan Mesir, ayat yang dibacakan berbicara tentang ketenteraman, kebajikan, serta balasan bagi orang-orang yang bertakwa.

Namun, bagi beberapa negara Teluk, terutama Arab Saudi, pilihan ayat justru dipandang banyak pengamat sebagai sindiran diplomatik yang halus tetapi tajam. Iran tidak menyampaikan kritik melalui pidato.

Saat delegasi Arab Saudi maju menuju peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei, panitia membacakan Surah Ali Imran ayat 13. Ayat tersebut mengisahkan Perang Badar, ketika pasukan Muslim yang kecil mengalahkan pasukan Quraisy yang jauh lebih besar dengan pertolongan Allah. Bagi Iran, ayat itu membawa makna yang sangat kuat.

Di tengah perang melawan Israel dan Amerika Serikat, Teheran ingin menampilkan dirinya sebagai pihak yang berhasil bertahan dan mengklaim kemenangan. Lebih menarik lagi, Perang Badar berlangsung di wilayah yang kini menjadi Arab Saudi.

Karena itu, pembacaan ayat tersebut dapat dimaknai sebagai pengingat bahwa kemenangan dalam sejarah Islam tidak ditentukan oleh besarnya kekuatan militer, melainkan oleh pertolongan Allah.

Dalam konteks hubungan Riyadh-Teheran, pesan itu juga dapat dibaca sebagai kritik tersirat terhadap sikap Arab Saudi yang selama konflik memilih tetap berada di orbit Amerika Serikat.

Iran seolah berkata:

Kami menghadapi perang secara langsung, sementara kalian memilih berdiri di belakang pihak lain.

Menariknya, tidak ada negara Teluk yang memperoleh ayat mengenai jihad, syahid, atau kemenangan sebagaimana diberikan kepada Hamas maupun Hizbullah. Hal ini menunjukkan bahwa Iran membedakan secara tegas antara negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan negara yang dianggap berbagi visi ideologis.

Bagi Teheran, negara-negara Teluk mungkin merupakan tetangga yang harus dijaga hubungannya. Namun mereka belum dianggap sebagai bagian dari proyek politik yang disebut Poros Perlawanan.

Kelompok yang memperoleh penghormatan paling tinggi justru berasal dari organisasi-organisasi yang selama ini menjadi sekutu utama Iran.

Hamas memperoleh ayat mengenai orang-orang yang menepati janji kepada Allah. Hizbullah mendapat ayat tentang kemuliaan para syuhada. Hashd al-Shaabi – (dikenal juga sebagai Unit Mobilisasi Populer atau Popular Mobilization Forces/PMF) – diperdengarkan ayat bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah tidak pernah mati.

Houthi memperoleh Surah Al-Fath yang menggambarkan keteguhan orang-orang beriman. Jihad Islam Palestina dan Taliban sama-sama memperoleh pembukaan Surah Al-Fath tentang “kemenangan yang nyata.”

Susunan tersebut menunjukkan bahwa dalam pandangan Iran, kelompok-kelompok ini merupakan inti dari proyek geopolitik Republik Islam.

Sekutu Strategis Mendapat Penghormatan Berbeda

Rusia, Tiongkok, India, dan Mesir tidak memperoleh ayat mengenai peperangan. Sebaliknya, mereka mendapat ayat mengenai ketenangan hati, pahala, dan kehidupan akhirat. Pesan itu menunjukkan bahwa Iran memandang mereka sebagai mitra negara yang penting, tetapi bukan bagian dari perjuangan ideologisnya. Hubungan mereka dibangun atas dasar kepentingan strategis, bukan kesamaan visi revolusi.

Qatar, Turki, Pakistan, dan Mesir berada pada lapisan berikutnya. Iran memberikan penghormatan atas peran diplomasi mereka, tetapi tidak memasukkan mereka ke dalam narasi perjuangan bersenjata. Dengan demikian, Teheran membangun semacam hierarki politik melalui ayat-ayat Al-Qur’an.

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei akhirnya menjadi lebih dari sekadar prosesi keagamaan. Ia berubah menjadi panggung diplomasi simbolik. Setiap ayat menjadi pesan. Setiap delegasi memperoleh “alamat” yang berbeda. Dan melalui cara itulah Iran menyampaikan kepada dunia bagaimana mereka memandang sekutu, sahabat, mitra, dan rivalnya.

Dalam satu upacara pemakaman, Teheran tidak mengeluarkan dokumen diplomatik, tidak menggelar konferensi pers, dan tidak melontarkan ancaman terbuka. Cukup dengan memilih ayat-ayat Al-Qur’an, Iran berhasil menyampaikan pesan yang dipahami oleh seluruh delegasi yang hadir.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim