Jakarta, Rasilnews – Pemerintah membuka peluang terjadinya penurunan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah dilakukan pembenahan tata kelola, validasi data, dan langkah efisiensi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Seperti dikutip dari detikFinance, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan besaran anggaran MBG masih dalam proses evaluasi. Menurutnya, hasil perbaikan manajemen di tubuh BGN dan proses validasi data berpotensi menurunkan kebutuhan anggaran program tersebut.
Prasetyo menjelaskan, kemungkinan penyesuaian anggaran juga telah disampaikan oleh Menteri Keuangan. Namun, besaran pengurangannya masih menunggu hasil final dari proses evaluasi yang sedang berlangsung.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari. Ia memastikan anggaran MBG dipastikan lebih rendah dibandingkan alokasi sebelumnya sebesar Rp268 triliun. Meski demikian, pemerintah belum dapat mengumumkan angka pasti karena proses efisiensi dan perhitungan anggaran masih berjalan.
Menurut Agustina, Presiden Prabowo Subianto memberikan waktu sekitar satu bulan kepada BGN untuk menyelesaikan pembenahan pelaksanaan program MBG. Selama periode tersebut, BGN akan menyusun strategi agar program tetap berjalan secara optimal dengan penggunaan anggaran yang lebih efisien.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyampaikan bahwa pemangkasan anggaran MBG berpotensi terjadi secara signifikan. Namun, ia menegaskan keputusan mengenai besaran penghematan sepenuhnya berada di tangan Badan Gizi Nasional sebagai pelaksana program.
Pemerintah saat ini masih melakukan koordinasi dengan BGN untuk memfinalisasi strategi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis hingga akhir tahun, termasuk memastikan efisiensi anggaran tidak mengurangi efektivitas pelaksanaan program prioritas tersebut.












