Cibubur, Rasilnews — Menjelang rencana aksi demonstrasi pada Kamis (27/08/26), Imam Besar Habib Rizieq Syihab (IB HRS) menyampaikan sejumlah pesan dan wasiat kepada masyarakat.
Dalam ceramahnya, IB HRS mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, tidak ikut-ikutan dalam aksi tanpa memahami tujuan dan tuntutannya, serta tetap menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan IB HRS dalam video ceramah yang diunggah kanal YouTube Pecinta Habaib pada 25 Agustus 2026 dengan judul “JELANG DEMO 27 AGUSTUS, IB HRS BERI WASIAT PENTING KEPADA MASYARAKAT!”
Dalam pesannya, IB HRS menggambarkan masyarakat yang mudah terprovokasi sebagai “daun kering” yang mudah dikumpulkan, diterbangkan oleh angin, dan terbakar ketika terkena api.
Sebaliknya, masyarakat diajak menjadi “daun hijau” yang memiliki akar kuat, tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu, serta tetap mampu menjaga persatuan.
IB HRS juga meminta masyarakat yang hendak mengikuti demonstrasi agar terlebih dahulu memahami tujuan dan arah aksi. Menurutnya, apabila tuntutan yang diperjuangkan sesuai dengan aspirasi masyarakat, penyampaian pendapat dapat dilakukan secara damai dan tertib.
“Jika kita tidak paham tujuannya apa, arahnya ke mana, jangan ikut. Kalau sesuai dengan keinginan kita, silakan ikut. Tapi demonya harus damai, sejuk, jangan bikin kerusuhan,” ujar IB HRS dalam ceramahnya.
Selain itu, IB HRS mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing apabila muncul potensi kerusuhan. Ia menyebut pengaktifan kembali siskamling sebagai salah satu langkah menjaga keamanan lingkungan.
“Saat ada isu akan ada kerusuhan seperti sekarang ini, maka kewajiban rakyat rapatkan barisan dan satukan kekuatan untuk jaga wilayah masing-masing. Gelar siskamling,” katanya.
IB HRS juga menekankan pentingnya menjaga fasilitas umum, rumah warga, tempat usaha, serta rumah para ulama dan tokoh agama agar tidak menjadi sasaran apabila terjadi kerusuhan.
Dalam ceramah tersebut, IB HRS turut mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dan sikap politik tidak semestinya berubah menjadi permusuhan. Kritik terhadap pemerintah, menurutnya, tetap dapat disampaikan apabila terdapat kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat, namun komunikasi dan persaudaraan tetap harus dijaga.
Pesan lainnya adalah agar masyarakat tidak mudah terseret isu dan provokasi yang dapat memecah persatuan. Menurut IB HRS, masyarakat perlu memiliki sikap kritis, memahami persoalan secara utuh, serta menentukan sikap berdasarkan pertimbangan yang matang.












