Kembali ke berita

Rasil News

Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Nuim Khaiyath: Kita Tidak Bisa Bertindak

Admin

Bagikan

Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Nuim Khaiyath: Kita Tidak Bisa Bertindak

Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Nuim Khaiyath: Kita Tidak Bisa Bertindak

Cibubur, Rasilnews – Penyiar Senior Nuim Khaiyath menyoroti pengibaran bendera pelangi lambang bagi lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Jakarta beberapa waktu lalu. Nuim Khaiyath menyebut, Indonesia tidak bisa mengambil tindakan, sebab dalam Konvensi Wina –hukum perjanjian internasional, yang dilakukan Kedubes Inggris diperbolehkan.

Indonesia, menurut Nuim, bisa menegur Kedubes Inggris secara baik-baik, tetapi untuk mengambil tindakan tegas, tidak bisa dilakukan. Pasalnya, dalam Konvensi Wina, setiap kantor Kedubes adalah wilayah kedaulatan negara kedutaan tersebut.

“Kalau itu dilakukan kedutaan, kita tidak bisa berbuat apa-apa karena dalam Konvensi Wina mengatakan bahwa kedutaan itu wilayah kedaulatan negara kedutaan tersebut. Jadi ketika Inggris mengibarkan bendera di kedutaannya kita tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin secara baik-baik kita bisa sampaikan kepada mereka bahwa ini tidak tepat,” ujar Nuim dalam wawancara Topik Berita Radio Silaturahim 720 AM, Senin (23/5).

Beberapa negara seperti Inggris, Amerika, Australia, dan Selandia Baru memang menerima perilaku LGBT. Mereka bahkan menganggap, upaya mengubah orientasi seksual seorang LGBT itu adalah bentuk kezaliman.

Sehingga ketika Kedubes dari negara-negara tersebut menunjukkan sikap mendukung LGBT di wilayah kedaulatannya, dalam hal ini adalah area gedung Kedubes, maka kata Nuim, itu tidak bisa dipermasalahkan sesuai dengan perjanjian internasional yang berlaku, Konvensi Wina.

Nuim meminta masyarakat, ormas, dan lembaga lain untuk tidak membesarkan masalah ini. Karena dikhawatirkan akan memicu Kedubes lain yang pro LGBT seperti Amerika melakukan hal yang sama dengan mengibarkan bendera pelangi atau atribut LGBT lainnya.

“Jadi masalah ini kalau dibesar-besarkan terus nanti negara-negara lain seperti Amerika mungkin akan terpancing juga untuk melakukan itu,” ucapnya.

“Memang ada isu-isu baru tapi ada hal-hal di luar batas kemampuan kita untuk berbuat sesuatu kalau kita memang mau mematuhi persetujuan internasional yang ikut kita tanda tangani (Konvensi Wina),” sambungnya.

Diketahui, pengibaran bendera LGBT oleh Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dan mempublikasikan di akun instagram resminya @ukinidonesia memanti kecaman dari berbagai pihak.

Menteri Luar Negeri Menteri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi pun dikabarkan telahmemanggil pihak Kedubes Inggris terkait masalah tersebut.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim

Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Nuim Khaiyath: Kita Tidak Bisa Bertindak · Berita · Radio Silaturahim 720 AM