Kembali ke berita

Artikel

Kenangan Sukabumi dan Pelajaran dari Gaza

Admin

Bagikan

Kenangan Sukabumi dan Pelajaran dari Gaza

Oleh : Bang Ichsan (Journalist Radio Silaturahim)

Rasilnews – Dalam acara Silaturahim Akbar dengan tema “Merajut Hati dengan Silaturahim” di Masjid Al-Mujahidin, Selabintana, Panjalu Warnasari, Sukabumi Jawa Barat, Bang Ichsan -panggilan akrab Ichsan Thalib- bercerita di hadapan ratusan pendengar Radio Latanza FM tentang Sukabumi dan Gaza Palestina.

Dirinya berujar bahwa Sukabumi adalah sebuah kota yang penuh dengan kenangan masa kecil bagi Bang Ichsan, penyiar Topik Berita Radio Silaturahim. Ia berbagi cerita tentang masa kecilnya yang penuh warna di kota ini. Sukabumi bukan hanya sebuah tempat, melainkan lembaran memori yang membentuk sebagian besar hidupnya. Bang Ichsan mengenang hari-hari bermain di ladang, berlari-lari di jalanan kampung, dan merasakan hangatnya kebersamaan keluarga serta teman-teman masa kecil yang hingga kini masih terpatri dalam ingatannya.

Namun, cerita Bang Ichsan tidak berhenti di sana. Ia juga berbicara tentang situasi di Tajikistan, sebuah negeri yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Di negeri tersebut, muslimah dilarang mengenakan jilbab, dan dalam sepuluh tahun terakhir, hampir dua ratus masjid telah dirobohkan dan dijadikan kafe atau bioskop. Ironisnya, negeri ini dipimpin oleh seorang presiden bernama Rahmat. Bagi Bang Ichsan, kisah Tajikistan adalah peringatan keras bahwa umat Islam tidak boleh berdiam diri jika tidak ingin mengalami nasib serupa. Penindasan terhadap kebebasan beragama ini sangat memprihatinkan dan menyadarkan kita akan pentingnya menjaga hak-hak asasi manusia.

Kesadaran ini semakin kuat ketika Bang Ichsan bertemu dengan Uni Ita, seorang relawan dari MER-C yang baru kembali dari Gaza. Uni Ita bercerita tentang kehidupan di Gaza yang penuh tantangan. Setiap hari, orang-orang di Gaza selalu mengucapkan “Insya Allah” ketika berbicara tentang rencana mereka. Bagi mereka, ucapan ini bukan sekadar ungkapan, tetapi sebuah kesadaran bahwa hidup mereka penuh dengan ketidakpastian dan ancaman. Hidup di bawah bayang-bayang konflik membuat mereka selalu bergantung pada kehendak Allah, dan ini mengajarkan kita semua tentang ketabahan dan keikhlasan yang luar biasa.

Di Gaza, wanita yang mengenakan kerudung sering membotakkan rambut mereka agar tidak terlalu banyak air yang terbuang untuk mencuci rambut. Kondisi di sana begitu sulit, sehingga setiap liter air sangat berharga. Uni Ita juga menceritakan bagaimana rumah sakit tempatnya bertugas selalu ramai dengan sekitar lima puluh kelahiran setiap hari, meski di tengah situasi yang serba kekurangan. Keterbatasan fasilitas dan peralatan medis membuat para tenaga kesehatan harus bekerja ekstra keras untuk memberikan pelayanan terbaik. Cerita ini memberikan pandangan baru bagi Bang Ichsan tentang keberanian dan ketabahan. Ia merasa beruntung bisa menjalankan tugasnya sebagai penyiar berita, Dirinya pun sedih harus berpisah engan kru lainnya, seperti Hafid Nai yang akan kembali ke kampung halamannya di NTT. Namun, bang Ichsan yakin bahwa dakwah melalui radio akan tetap berlanjut dan bahkan mungkin mencapai daerah-daerah terpencil seperti Papua, Kalimantan, dan Aceh.

Radio Silaturahim, yang berbasis wakaf, benar-benar beroperasi untuk kepentingan iman bersama. Setiap bulan, meskipun sering menghadapi tantangan keuangan, selalu ada keajaiban di akhir bulan. Saldo awal yang selalu kosong dapat diatasi berkat dukungan pendengar setia. Hampir 90% biaya operasional radio ditanggung oleh pendengar, menunjukkan betapa kuatnya solidaritas dan dukungan komunitas terhadap Radio Silaturahim. Tidak hanya dukungan finansial, tetapi juga doa dan semangat dari para pendengar yang menjadi bahan bakar utama operasional radio ini.

Bang Ichsan menutup ceritanya dengan rasa syukur dan harapan. Meskipun ia mengakui bahwa setiap hari ia melakukan beberapa kesalahan saat siaran, ia tetap merasa puas karena orang-orang masih menikmati siarannya dan merasa mendapat manfaat darinya. Bahkan ada anak kecil yang selalu mencatat kesalahannya, menunjukkan bahwa ia memiliki pendengar yang sangat perhatian. Anak tersebut bahkan sering mengirimkan surat yang berisi daftar kesalahan dan saran perbaikan, yang diterima Bang Ichsan dengan hati terbuka dan penuh syukur.

Dengan semangat dan optimisme, Bang Ichsan berharap bisa terus berbagi cerita dan inspirasi melalui siarannya. Semoga keajaiban dan dukungan dari pendengar tetap menyertai Radio Silaturahim, sehingga pesan-pesan kebaikan dan keimanan bisa terus tersebar ke seluruh penjuru negeri. Ia yakin bahwa dengan niat yang tulus dan kerja keras, segala tantangan dapat dihadapi dan diatasi, dan Radio Silaturahim akan terus menjadi suara yang menyatukan umat di tengah keberagaman.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim