Kembali ke berita

Dialog Topik Berita

Kepercayaan Investor Menurun, Tony Rosyid Soroti Dampak Ketidakpastian Hukum dan Pelaksanaan Program MBG

Admin

Bagikan

Kepercayaan Investor Menurun, Tony Rosyid Soroti Dampak Ketidakpastian Hukum dan Pelaksanaan Program MBG

Jakarta, Rasilnews — Menurunnya kepercayaan investor dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan di pasar saham Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut tercermin dari merosotnya sejumlah saham unggulan serta terus melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat meskipun Indonesia masih mencatat surplus neraca perdagangan.

Hal itu disampaikan oleh Tony Rosyid, analis politik, penulis, dan dosen yang dikenal aktif mengulas isu politik nasional, kebijakan publik, dan sosial kemasyarakatan, dalam program Topik Berita Radio Silaturahim, Selasa (10/6/2026).

Menurut Tony, arus keluar modal asing yang cukup besar menunjukkan adanya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi dan iklim usaha di dalam negeri. Situasi tersebut diperparah oleh berbagai ketidakpastian hukum serta pelaksanaan sejumlah program pemerintah yang dinilai belum didukung perencanaan yang matang.

“Hal paling penting yang harus dilakukan adalah membangun kembali kepercayaan investor. Berbagai kebijakan harus mampu memberikan kepastian dan tidak bertentangan dengan mekanisme pasar,” ujar Tony.

Ia menjelaskan, tekanan pasar terlihat dari penurunan harga saham-saham unggulan yang selama bertahun-tahun berada pada level relatif stabil. Dalam beberapa hari terakhir, pasar saham bahkan mengalami koreksi signifikan yang terjadi hampir setiap hari.

Tony menilai pemerintah perlu melakukan optimalisasi terhadap berbagai program strategis nasional agar tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksana secara efektif. Setiap program, kata dia, harus dibangun berdasarkan desain yang jelas, perencanaan yang matang, sumber daya manusia yang kompeten, serta sistem pengawasan yang kuat.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Tony, program tersebut memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menekan angka stunting, membantu ibu hamil dan lansia, serta mendorong pertumbuhan UMKM dan penciptaan lapangan kerja.

Namun demikian, ia menilai berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG tidak terlepas dari lemahnya perencanaan pada tahap awal.

“Program ini memiliki banyak manfaat, tetapi karena desain awalnya kurang matang, sistem yang dibangun menjadi penuh persoalan,” katanya.

Tony juga menyoroti munculnya berbagai dugaan penyimpangan yang kini menjadi perhatian aparat penegak hukum. Ia menegaskan bahwa seluruh dugaan tersebut harus dibuktikan melalui proses hukum yang transparan dan berkeadilan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Menurutnya, kepastian hukum merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga iklim investasi. Ketika dunia usaha melihat adanya ketidakjelasan regulasi maupun penegakan hukum, minat investor untuk menanamkan modal akan menurun.

“Negara harus mampu meyakinkan dunia usaha bahwa Indonesia aman untuk investasi. Aset harus terlindungi, regulasi harus memberikan kepastian, dan berbagai praktik penyimpangan harus ditekan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Di sisi lain, Tony mengingatkan bahwa Program MBG saat ini telah melibatkan banyak pihak, termasuk investor swasta yang telah mengeluarkan modal dalam jumlah besar. Karena itu, penghentian program secara mendadak dinilai bukan solusi yang mudah dilakukan.

Ia mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang memberikan jaminan kepada para investor agar investasi yang telah ditanamkan tidak mengalami kerugian. Selain itu, ia mendukung kebijakan yang mulai memprioritaskan pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) agar manfaatnya lebih optimal dan beban fiskal dapat lebih terkendali.

Tony menegaskan bahwa perbaikan masih dapat dilakukan selama pemerintah memiliki komitmen untuk memperkuat tata kelola program, meningkatkan pengawasan, dan menjaga kepercayaan publik maupun investor.

“Belum ada kata terlambat untuk melakukan perbaikan. Yang terpenting adalah memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak merugikan masyarakat, investor, maupun negara secara keseluruhan,” tutupnya.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim