Kembali ke berita

Dialog Topik Berita

Ketegangan Timur Tengah dan Persaingan Global, Ichsanudin Nursy Tekankan Pentingnya Diplomasi Perdamaian

Admin

Bagikan

Ketegangan Timur Tengah dan Persaingan Global, Ichsanudin Nursy Tekankan Pentingnya Diplomasi Perdamaian

Cibubur, Rasilnews – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan persaingan kekuatan global kembali menyoroti pentingnya diplomasi dalam mencegah meluasnya konflik internasional. Di tengah dinamika hubungan Iran dengan sejumlah negara serta persaingan kepentingan Amerika Serikat dan Israel, pendekatan yang mengutamakan dialog, kesepakatan, dan sikap saling menghormati dinilai menjadi alternatif untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan.

Dalam program Dialog Topik Berita Radio Silaturahim, Selasa (27/10/26) mengenai perkembangan geopolitik internasional, Ichsanudin Nursy menilai bahwa pertemuan diplomatik yang melibatkan negara-negara Muslim dan Iran dapat menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih baik sekaligus membuka peluang meredakan ketegangan di kawasan.

Menurutnya, pertemuan tersebut tidak semata-mata perlu dilihat dari kepentingan politik atau kekuatan militer negara-negara yang terlibat. Lebih dari itu, upaya membangun komunikasi antarpemerintah menjadi penting untuk menciptakan kesepahaman, mengurangi potensi kesalahpahaman, dan mencegah konflik berkembang menjadi pertikaian yang lebih luas.

Ichsanudin menekankan pentingnya membangun hubungan berdasarkan prinsip saling menghormati dan menghargai. Ia memandang pendekatan tersebut sebagai fondasi awal bagi negara-negara yang memiliki kepentingan berbeda untuk mencari titik temu tanpa harus memaksakan kehendak masing-masing.

“Pertemuan ini pertemuan awal dari keinginan untuk duduk saling menghormati, saling menghargai,” ujar Ichsanudin dalam dialog tersebut.

Ia juga menyoroti posisi strategis Pakistan dalam dinamika keamanan kawasan. Sebagai negara yang memiliki senjata nuklir dan berbatasan langsung dengan Iran, Pakistan dinilai memiliki posisi penting dalam percaturan geopolitik regional. Menurutnya, faktor geografis dan kemampuan pertahanan suatu negara dapat memengaruhi perhitungan politik serta hubungan keamanan dengan negara-negara di sekitarnya.

Namun, Ichsanudin menilai bahwa kekuatan militer tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran dalam menentukan keberhasilan suatu negara menghadapi konflik. Kemampuan pertahanan memang menjadi bagian dari pertimbangan keamanan, tetapi upaya diplomatik tetap diperlukan agar persaingan kepentingan tidak berujung pada kekerasan yang berkepanjangan.

Ia turut menyinggung situasi keamanan di kawasan Teluk, termasuk pentingnya menjaga keselamatan fasilitas transportasi dan infrastruktur strategis. Upaya diplomasi dapat membuka peluang untuk mengurangi ancaman terhadap fasilitas penting yang mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian kawasan.

Menurut Ichsanudin, stabilitas kawasan tidak hanya berpengaruh terhadap negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik, tetapi juga dapat berdampak lebih luas terhadap hubungan internasional. Ketidakpastian keamanan berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, dan hubungan antarnegara.

Ichsanudin kemudian membandingkan dua pendekatan dalam membangun perdamaian, yakni pendekatan yang mengandalkan kekuatan dan pendekatan yang bertumpu pada kesepakatan. Ia menyinggung konsep peace through strength, yaitu gagasan bahwa kekuatan dapat digunakan sebagai instrumen untuk menjaga perdamaian.

Menurutnya, pendekatan yang mengutamakan kekuatan memiliki keterbatasan apabila tidak disertai upaya membangun kepercayaan dan kesediaan untuk menghormati kepentingan pihak lain. Penggunaan tekanan atau kekerasan justru berisiko menimbulkan perlawanan dan memperpanjang ketidakpastian.

Sebaliknya, ia menilai perdamaian perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka, kesepakatan bersama, dan hubungan yang setara. Dengan cara tersebut, setiap pihak memiliki ruang untuk menyampaikan kepentingannya sekaligus mencari penyelesaian yang dapat diterima bersama.

“Ini perdamaian berbasis kesepakatan, perdamaian berbasis kelemahlembutan, perdamaian berbasis saling percaya satu sama lain,” kata Ichsanudin.

Ia menjelaskan bahwa hubungan yang setara tidak berarti menghilangkan perbedaan kepentingan antarnegara. Perbedaan tersebut tetap ada, tetapi perlu dikelola melalui mekanisme diplomasi agar tidak berkembang menjadi tindakan yang merugikan pihak lain.

Dalam pandangannya, perdamaian yang dibangun dengan memaksakan kehendak berisiko menghasilkan ketegangan baru. Karena itu, setiap negara perlu mempertimbangkan dampak kebijakannya terhadap stabilitas kawasan dan keselamatan masyarakat sipil.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim