Kembali ke berita

Uncategorized

KH. Abul Hidayat Saerodjie : Rasulullah Tidak Membangun Dinasti atau Kerajaan

Admin

Bagikan

KH. Abul Hidayat Saerodjie : Rasulullah Tidak Membangun Dinasti atau Kerajaan

Bogor, Rasilnews – Dalam tausyiah Tabligh Akbar di Pondok Pesantren Al-Fatah Pasirangin, Cileungsi, Bogor, Jabar, Ahad (19/3) dan dihadiri ribuan umat muslim dari berbagai daerah, Ustaz Abul Hidayah Saerodji menyampaikan bahwa Rasulullah tidak membangun dinasti atau kerajaan, beliau juga tidak mengadopsi teori kekuasaan atau kemasyarakatan dari barat maupun dari timur. “Apa yang beliau lakukan dan praktekan dalam membanguan umatan wahidah dalam bentuk Jama’ah Muslimin adalah berdasarkan wahyu ilaahi.”

Ustaz Abul mengutip Firman Allah SWT dalam Alquran Surah An Najm ayat 34 ;

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (3) إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى) 4(

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Quran) menurut kemauan hawa nafsunya, ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”

Menurutnya, ketika Rasulullah wafat, kenabian tidak bisa digantikan. Apalagi beliau adalah nabi terakhir,  “la nabiya ba’dahu, tidak ada nabi sesudahnya,” ujarnya.

Menurut beliau, kepemimpinan umat tidak boleh vakum/kosong dan harus selalu terpimpin. Karena itu, para sahabat kemudian membai’at Abu Bakar As-Shidiq sebagai penganti kepemimpinan umat yang kemudian disebut dengan gelar “Khalifatul Rasul”, artinya penganti atau penerus kepemimpinan Rasul, tapi bukan seorang nabi dan rasul.

Sebagai Ustaz yang mengarang buku berjudul ‘Balada Seorang Da’i’ dirinya berujar bahwa dalam pola dan cara memimpin umat, Abu Bakar juga tidak mengadopsi teori kepemimpinan dan sistem membangun umat dari manapun, melainkan beliau ittiba’ pada cara dan sistem Rasulullah yang dipraktekannya selama 23 tahun lamanya.

“pola ini berlanjut dari masa ke masa, ketika pergantian kepemimpinan sejak Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhum,” tandasnya.

Dirinya menyebut, Pola atau sistem yang di praktekan Rasulullah dan para nabi-nabi sebelumnya dalam membangun umat di sebut Nubuwwah, sedangkan yang dipraktekan oleh sahabat Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhum disebut Khulafaur Rasyidin Al Mahdiyyin atau disebut Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah.

Ustaz abul mengutip, Sabda Rasulullah Rasulullah :

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍعَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَاشَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنُ ثُمَّ يَرْفَعُهَاإِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعُهَا ثُمَّ تَكُوْنُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجٍ النُّبُوَّةِ فَتَكُوْنُ مَاشَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَاشَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعُهَا ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًاعَاضًا فَيَكُوْنُ مَاشَاءَ اللهُ أَنْ يَكُوْنَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَاشَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعُهَاثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًاجَبَرِيَّةً فَتَكُوْنُ مَاشَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنُ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَاشَاءَ أَنْ يَرْفَعُهَا ثُمَّ تَكُوْنُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجٍ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سّكَتَ. (مسند أحمد بن حنبل مجلد٤ صفجة ٢٧٣)

Dari Nu’man bin Basyir dari Hudzaifah Radliallahu ‘Anhu, berkata: “Rasulullahu Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Adalah masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak Kenabian (Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia telah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa kerajaan yang menggigit (Mulkan ‘Adlan), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia telah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyyah), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya, apabila Ia telah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak Kenabian (Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah)”. Kemudian beliau (Nabi) diam”. (Hadits Riwayat Ahmad dan Al-Baihaqi. MMI Mashabih : Bab Al-Indzar wa Tahdzin Al-Maktabah Ar-Rahimiah, Delhi, India. halaman 461; Musnad Ahmad Juz 4 halaman 273)

Ikhwan Akhwat, Tabligh Akbar dan Festival Sya’ban 1444 H mengangkat tema, “Membangun Ekonomi Umat dengan Spirit Ramadhan dalam Kehidupan Berjama’ah Menuju Pembebasan Masjid Al-Aqsha”.

Even tahun ini berisi berbagai kegiatan seperti Bazaar dan Expo UMKM, Bakti Sosial, Donor Darah, Bedah Buku dan acara puncaknya yaitu Tabligh Akbar Sya’ban 1444 H.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim

KH. Abul Hidayat Saerodjie : Rasulullah Tidak Membangun Dinasti atau Kerajaan · Berita · Radio Silaturahim 720 AM