Kembali ke berita

Rasil News

KH Muhammad Idrus Ramli Soroti Rendahnya Literasi Al-Qur’an, Pesantren Diminta Perkuat Pendidikan Umat

Admin

Bagikan

KH Muhammad Idrus Ramli Soroti Rendahnya Literasi Al-Qur’an, Pesantren Diminta Perkuat Pendidikan Umat

Rasilnews, Indramayu – Sekitar 74 persen umat Islam di Indonesia dinilai belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Kondisi tersebut, menurut KH Muhammad Idrus Ramli, menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan Islam untuk memperkuat pembelajaran Al-Qur’an sejak usia dini hingga jenjang pendidikan lanjutan.

Pernyataan itu disampaikannya dalam sambutan rangkaian Milad Tamyiz ke-117 dan Launching Balaghah Al-Qur’an di Pondok Pesantren Bayt Tamyiz, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (9/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, KH Muhammad Idrus Ramli menegaskan bahwa pesantren harus menjadi garda terdepan dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an dan ilmu agama di tengah masih rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an serta kedisiplinan salat di kalangan umat Islam Indonesia. Menurutnya, penguatan pendidikan keagamaan merupakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan moral dan sosial yang semakin kompleks di tengah perkembangan zaman.

“Banyak anak baru selesai Iqra, belum khatam Al-Qur’an, sudah dipindahkan ke bimbingan belajar umum. Akibatnya, ketika masuk pondok, banyak yang tidak lulus tes baca Al-Qur’an,” ujar KH Idrus Ramli.

Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an adalah kebiasaan sebagian orang tua yang menghentikan pendidikan Al-Qur’an anak setelah menyelesaikan tahap dasar seperti Iqra atau metode Qiraati. Akibatnya, banyak peserta didik yang memasuki jenjang pendidikan pesantren tanpa kemampuan membaca Al-Qur’an yang memadai.

KH Idrus juga mengaitkan persoalan literasi Al-Qur’an dengan kondisi keagamaan masyarakat. Menurutnya, maraknya berbagai penyimpangan sosial tidak dapat dilepaskan dari lemahnya pemahaman agama dan rendahnya kedisiplinan dalam menjalankan ibadah.

“Kalau kemaksiatan merajalela, salah satu tandanya adalah banyak umat Islam yang meninggalkan salat lima waktu. Keluarga kita harus dijaga agar istiqamah dalam salat,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan data yang diketahuinya, umat Islam Indonesia yang istiqamah menjalankan salat lima waktu baru sekitar 38 persen, sehingga sebagian besar umat dinilai belum konsisten menjalankan kewajiban tersebut.

Persoalan literasi Al-Qur’an juga tercermin dalam sejumlah hasil penelitian nasional. Survei resmi Kementerian Agama RI menunjukkan Indeks Literasi Al-Qur’an Indonesia berada pada angka 66,03 dan masuk kategori tinggi. Namun, berbagai kajian dari Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) mencatat bahwa angka masyarakat yang masih buta aksara atau kurang fasih membaca Al-Qur’an masih cukup besar, yakni berkisar antara 65 persen hingga 72,2 persen pada sebagian kelompok masyarakat.

Selain kemampuan membaca Al-Qur’an, KH Idrus menyoroti masih minimnya masyarakat yang mampu membaca kitab kuning dan memahami ilmu-ilmu alat seperti balaghah. Ia menilai penguasaan terhadap tradisi keilmuan Islam klasik harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Ilmu agama harus dipelajari dari para ulama yang memiliki sanad dan keilmuan yang benar. Media sosial bisa menjadi sarana, tetapi bukan pengganti guru,” tegasnya.

Pondok Pesantren Bayt Tamyiz yang menjadi lokasi penyelenggaraan acara merupakan salah satu pesantren tertua di Kabupaten Indramayu. Lembaga pendidikan Islam yang beralamat di Jl. Raya Sukaperna, Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ini berdiri sejak 1909 dan kini dipimpin oleh K.H. Zaun Fathin, S.E. (Abah Zaun).

Pesantren tersebut dikenal luas sebagai pusat pengembangan Metode Tamyiz, yaitu metode cepat menerjemahkan Al-Qur’an dan membaca kitab kuning. Selain menyelenggarakan pendidikan formal mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga MA/PKPPS Ulya, Bayt Tamyiz juga memiliki berbagai program unggulan, seperti tahfidz Al-Qur’an, BTQ, speed reading, penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, micro teaching, serta program takhossus.

Peluncuran Balaghah Al-Qur’an pada momentum Milad Tamyiz ke-117 diharapkan semakin memperkuat tradisi keilmuan Al-Qur’an di lingkungan pesantren dan menjadi kontribusi nyata bagi peningkatan literasi keagamaan masyarakat.

KH Muhammad Idrus Ramli lahir di Gugut, Jember, pada 1 Juli 1975 dan merupakan alumnus Pondok Pesantren Sidogiri. Ia dikenal sebagai ulama dan dai yang aktif dalam kajian-kajian Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), pernah menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail NU Jember periode 2004–2009, mengajar di sejumlah pesantren di Jember, Sampang, dan Amuntai, serta menulis berbagai karya tentang akidah, fikih, dan tradisi keilmuan pesantren.

Di akhir tausiyahnya, KH Idrus berharap penguatan pendidikan Al-Qur’an, pembiasaan salat, dan pendalaman ilmu agama melalui pesantren dapat menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas umat dan memperkuat ketahanan moral masyarakat Indonesia.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim