Cibubur, Rasilnews — Kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah pelosok terus diwujudkan melalui gerakan wakaf Al-Qur’an. Yayasan Wakaf Silaturahim berkolaborasi dengan Relawan Peduli Al-Qur’an menyiapkan ekspedisi penyaluran wakaf Al-Qur’an ke wilayah Kepulauan Wakai, Sulawesi Tengah.
Ekspedisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, (2/09/2026). Tim relawan akan menempuh perjalanan sekitar dua hari dua malam untuk mencapai lokasi distribusi dengan menggunakan kendaraan darat dan kapal laut.
Dalam ekspedisi ini, sebanyak 300 mushaf Al-Qur’an dari Rumah Qur’an Silaturahim (RASIL) akan disalurkan kepada masyarakat di wilayah Kepulauan Wakai.
Selain mushaf Al-Qur’an, ekspedisi ini juga membawa 150 buku Iqra’ dari Yayasan ANP Amal, serta bantuan berupa alat shalat dan kerudung yang merupakan amanah dari para donatur melalui Relawan Peduli Al-Qur’an.
Penyaluran wakaf ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperluas manfaat wakaf hingga ke wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap mushaf Al-Qur’an dan sarana pembelajaran agama.
Kolaborasi antara Yayasan Wakaf Silaturahim dan Relawan Peduli Al-Qur’an menjadi wujud sinergi dalam menghadirkan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Koordinator Relawan Peduli Al-Qur’an, Anna, menyampaikan bahwa ekspedisi ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk menghadirkan Al-Qur’an hingga ke wilayah pelosok yang masih membutuhkan.
“Insyaallah kami akan membawa 300 mushaf Al-Qur’an dari Rumah Qur’an Silaturahim, 150 buku Iqra’ dari Yayasan ANP Amal, serta alat shalat dan kerudung yang merupakan amanah dari para donatur. Perjalanan menuju Kepulauan Wakai cukup panjang, sekitar dua hari dua malam menggunakan kendaraan dan kapal laut. Namun, insyaallah semua ini menjadi bagian dari perjuangan untuk menyampaikan amanah kepada saudara-saudara kita di pelosok,” ujar Anna.
Menurut Anna, perjalanan yang panjang tidak menyurutkan semangat para relawan. Justru, perjalanan tersebut menjadi bagian dari perjuangan untuk memastikan amanah para donatur dan pewakaf dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ekspedisi ini tidak hanya membawa mushaf Al-Qur’an. Sebanyak 150 buku Iqra’ dari Yayasan ANP Amal turut disiapkan untuk mendukung pembelajaran membaca Al-Qur’an, terutama bagi anak-anak dan masyarakat di wilayah tujuan.
Selain itu, bantuan berupa alat shalat dan kerudung juga akan disalurkan kepada masyarakat sebagai bagian dari amanah yang dititipkan melalui Relawan Peduli Al-Qur’an.
Anna berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kepulauan Wakai sekaligus memperkuat semangat untuk belajar dan mencintai Al-Qur’an.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama berburu ladang amal jariah. Mudah-mudahan setiap mushaf yang dibaca oleh masyarakat di sana menjadi pahala yang terus mengalir bagi para pewakaf dan semua pihak yang ikut membantu,” ungkap Anna.
Melalui ekspedisi ini, Yayasan Wakaf Silaturahim bersama Relawan Peduli Al-Qur’an mengajak masyarakat untuk terus mengambil bagian dalam gerakan wakaf Al-Qur’an. Satu mushaf yang diwakafkan dapat memberikan manfaat berulang selama digunakan untuk membaca, mempelajari, dan mengajarkan Al-Qur’an.
Ekspedisi ke Kepulauan Wakai diharapkan menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas untuk menghadirkan Al-Qur’an ke berbagai pelosok Indonesia. Dengan kolaborasi antara lembaga wakaf, relawan, dan masyarakat, distribusi Al-Qur’an diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi juga menjadi jalan untuk menumbuhkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.












