Kembali ke berita

Rasil News

Konferensi Ilmiah Nasional Pengendalian Tembakau 2022 Sukses Digelar

Admin

Bagikan

Konferensi Ilmiah Nasional Pengendalian Tembakau 2022 Sukses Digelar

Jakarta, MINA – Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH), sebuah konferensi ilmiah nasional tahunan di bidang pengendalian tembakau, sukses dilaksanakan pada Senin-Selasa (30/31/5) di Jakarta.

Dalam keterangan pers yang diterima Rasilnews, Kamis (2/6), dijelasan, tahun ini adalah pelaksanaan ICTOH ke-7, yang pertama kali diadakan pada 2014 lalu di Jakarta, terinspirasi dari forum sejenis berskala international yaitu WCTOH (World Conference on Tobacco or Health).

Konferensi ICTOH di Indonesia diselenggarakan Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI), sebuah organisasi yang fokus di bidang upaya pengendalian tembakau di Indonesia.

Pelaksanaan konferensi ini juga didukung Kementerian Kesehatan, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Komnas Pengendalian Tembakau, Campaign for Tobacco Free Kids (CTFK) dan International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (The Union), serta organisasi jaringan pengendalian tembakau di Indonesia.

Tema 7th ICTOH 2022 “Rokok: Ancaman Kesehatan dan Lingkungan” sejalan dengan tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2022.

Kondisi tren konsumsi rokok yang terus meningkat mempengaruhi lingkungan yang sehat dan merupakan ancaman pencapaian target RPJMN 2020-2024.

Selain itu, tingginya jumlah perokok yang tidak diikuti dengan gencarnya upaya pengendalian akan berdampak pada kegagalan pencapaian target RPJMN 2020-2024 di bidang pengendalian tembakau.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementeran Kesehatan RI, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH dalam sambutan kunci mengatakan, terdapat tiga target kegiatan prioritas dalam pengendalian tembakau, pertama peningkatan jumlah kabupaten/kota yang menerapkan kawasan tanpa rokok,.

Kedua,  meningkatkan kabupaten/kota dengan ≥40% FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) layanan upaya berhenti merokok, serta ketiga yakni meningkatkan pengawasan jumlah label dan iklan produk tembakau.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc., dalam sambutan kunci mengatakan, kita perlu mengidentifikasi, mencegah, mengobati, dan memantau dampak kesehatan yang terkait dengan penanaman dan pembuatan tembakau di antara petani dan pekerja.

Selain itu perlu mewajibkan produsen tembakau untuk menyediakan informasi dan data yang tepat waktu dan teratur tentang risiko lingkungan dan kesehatan tembakau di seluruh produksi dan distribusi.

Untuk itu, lanjut dia, perlu pengembangan strategi untuk mengurangi paparan pestisida dan bahan kimia dari pertanian yang tidak aman untuk tenaga kerja, mencegah pengembangan pertanian tembakau yang menyebabkan deforestasi dan degradasi lahan.

“Penting untuk mengadopsi dan menerapkan peraturan Extended Producer Responsibility, yang mewajibkan produsen tembakau bertanggung jawab untuk pengelolaan limbah produk dan kemasan tembakau,” kata Sigit.

Selain itu, kata dia, memperluas peraturan dan kebijakan pajak atas produk dan penjualan tembakau untuk menghilangkan filter sekali pakai – termasuk semua varietas biodegradable – untuk mengurangi limbah pasca konsumsi.

Ancaman Bonus Demografi

Epidemi konsumsi rokok di Indonesia telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (2018), menyatakan lebih dari sepertiga (33.8%) penduduk Indonesia adalah perokok. Remaja usia 10-18 tahun mengalami peningkatan prevalensi perokok sebesar 1,9%, dari 7,1% (2013) menjadi 9,1% (2018) dalam jangka waktu hanya lima tahun saja.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menempatkan Indonesia sebagai pasar rokok tertinggi ketiga di dunia setelah China dan India. Indonesia adalah publik terakhir indutri rokok menjalankan bisnisnya akibat lemahnya kebijakan perlindungan masyarakat dari dampak buruk rokok.

Rokok merupakan faktor risiko utama Penyakit Tidak Menular (PTM). Kanker, penyakit jantung dan pembulu darah, serta penyakit paru obstruktif kronis sangat berkaitan dengan perilaku merokok (Atlas Tembakau, 2020). Kebiasaan merokok di Indonesia telah membunuh setidaknya 235.000 jiwa setiap tahunnya.

Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Kesehatan menyatakan kerugian akibat orang produktif yang menjadi tidak produktif karena sakit akibat rokok mencapai sekitar 4.180,27 triliun, sementara kerugian ekonomi akibat tembakau mencapai 375 triliun atau seperlima dari total APBN Indonesia.

Kemudian penyakit katastropik yang salah satu faktor risiko utamanya adalah merokok membebani lebih dari 20% seluruh pembiayaan BPJS Kesehatan.

Belum tuntas masalah rokok konvensional, kini muncul produk baru yaitu rokok elektronik dengan target sasaran yang sama, anak dan remaja.

Produk ini semakin publik dalam waktu singat, terbukti dengan terjadinya peningkatan tajam prevalensi perokok elektronik usia 10-18 tahun sebesar 1,2% (Sirkesnas, 2016) menjadi 10,9% (Riskesdas, 2018). Data perokok elektronik juga mencapai 11,5% pada remaja usia 13-15 tahun (GYTS, 2019) .

Hal ini tentu mengancam bonus demografi yang seharusnya sudah mulai terjadi dan dinikmati bangsa ini.

“ICTOH ke-7 tahun ini meskipun dilaksanakan secara daring, namun bentuk kegiatannya akan tetap sama dengan ICTOH sebelumnya yang dilaksanakan secara offline. Terdiri dari tiga plenari,empat simposium dan delapan diskusi paralel serta presentasi poster,” papar dr. Sumarjasi Arjoso selaku Ketua Panitia.

Guna mengakomodir inisiatif dan keterlibatan anak muda di bidang pengendalian tembakau, ICTOH tahun ini kembali menghadirkan forum anak muda atau Youth Forum satu hari penuh, sebagai pre-event yang telah dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2022 secara hybrid.

Difasilitasi oleh Komnas Pengendalian Tembakau dan berbagai organisasi anak muda mengusung tema: “Vape: Broken Health, Broken Earth”. Sekaligus pada kesempatan tersebut dilancarkan kampanye #SmokeFreeGBK untuk mengingatkan masyarakat bahwa seluruh komplek Gelora Bung Karno merupakan area Kawasan Tanpa Rokok.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim