Kembali ke berita

Dialog Topik Berita

KPK Ingatkan Potensi Korupsi Program MBG, Abdullah Hehamahua Soroti Lemahnya Pengawasan

Admin

Bagikan

KPK Ingatkan Potensi Korupsi Program MBG, Abdullah Hehamahua Soroti Lemahnya Pengawasan

Cibubur, Rasilnews – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Selain karena nilai anggarannya yang sangat besar, program ini juga mulai menuai perhatian terkait potensi penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya telah memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah mengenai celah pengawasan dalam program tersebut. Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) juga mulai mengungkap dugaan markup dalam pelaksanaan MBG di sejumlah daerah.

Dalam Dialog Topik Berita Radio Silaturahim, Dr. Abdullah Hehamahua, S.H., M.M., menilai persoalan utama program MBG bukan hanya soal teknis pembagian makanan, melainkan lemahnya sistem pengawasan dan tindak lanjut terhadap rekomendasi pencegahan korupsi.

Abdullah Hehamahua merupakan mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2005–2013. Ia dikenal aktif mengkritisi tata kelola pemerintahan, isu pemberantasan korupsi, hingga kebijakan publik.

Menurutnya, rekomendasi yang diberikan KPK saat ini belum memiliki kekuatan yang cukup untuk memaksa instansi menjalankannya.

“Masalahnya rekomendasi KPK itu sifatnya hanya rekomendasi. Mau dilaksanakan atau tidak, tergantung instansi terkait,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam undang-undang KPK terdapat fungsi pencegahan korupsi, pengawasan, koordinasi, supervisi, hingga pengkajian sistem pengelolaan negara. Namun hasil pengkajian tersebut kerap berhenti sebatas masukan administratif.

Abdullah menilai kondisi ini membuat potensi penyimpangan sulit dicegah sejak awal.

Ia juga menyoroti sejumlah temuan di lapangan yang dinilai tidak sesuai dengan tujuan awal program. Salah satunya terkait distribusi makanan bergizi yang disebut tidak tepat sasaran.

“Ada yang dibagikan ke posyandu, padahal program ini sebenarnya untuk anak sekolah dari SD sampai SMP,” katanya.

Menurutnya, persoalan tersebut muncul karena program MBG tidak dibangun melalui perencanaan matang dan kajian sosial yang mendalam.

“Kalau diagnosis masalahnya salah, maka solusi yang diberikan juga bisa salah,” tuturnya.

Dalam dialog itu, Abdullah Hehamahua juga menyinggung soal data kemiskinan di Indonesia. Ia membandingkan standar pemerintah dengan standar World Bank yang menggunakan ukuran berbeda dalam menentukan kategori masyarakat miskin.

Akibat perbedaan standar tersebut, menurutnya banyak persoalan sosial tidak terbaca secara utuh sehingga kebijakan yang dibuat kerap tidak tepat sasaran.

Belakangan, program MBG juga menghadapi berbagai kritik setelah muncul laporan dugaan keracunan makanan di sejumlah daerah.

Karena itu, Abdullah meminta pemerintah terbuka terhadap kritik maupun rekomendasi dari lembaga pengawas.

“Ini bukan soal gengsi. Yang paling penting bagaimana uang negara benar-benar dipakai untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim