Kembali ke berita

Rasil News

KPK Panggil Anies Soal Formula E, Pengamat: Ada Upaya Penjegalan

Admin

Bagikan

KPK Panggil Anies Soal Formula E, Pengamat: Ada Upaya Penjegalan

Bekasi, Rasilnews – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi pada penyelenggaraan Formula E Jakarta. Pengamat politik, Tony Rosyid menilai pemanggilan itu menunjukkan adanya upaya menjegal Anies pada Pilpres 2024.

Pasalnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI telah menyatakan Formula E layak dilaksanakan dan tidak terdapat hal-hal yang melanggar hukum. Berbanding terbalik pada kasus RS Sumber Waras. Di 2016 silam, BPK merekomendasikan adanya kerugian negara dari kasus rumah sakit tersebut, tetapi KPK tidak memanggil gubernur DKI Jakarta periode itu dan kasus tersebut tidak ditindak lanjuti.

“BPK sendiri menyatakan Formula E tidak ada hal yang melanggar hukum. Tapi sebaliknya ketika dulu BPK merekomendasikan terdapat pelanggaran hukum karena ada kerugian negara terhadap rumah sakit Sumber Waras, gubernurnya pada saat itu tidak dipanggil, tidak ada tindak lanjut dari KPK,” tegas Tony dalam wawancara Topik Berita Radio Silaturahim 720 AM, Cibubur, Bekasi, edisi Rabu (8/9).

“Sementara ini (Formula E) yang belum ada kasusnya bahkan BPK mengatakan ini clear malah justru dipanggil. Ini kan ada sebuah kejanggalan yang melahirkan persepsi publik macam-macam,” sambungnya.

Menurut Tony, masyarakat tahu bahwa saat ini popularitas dan elektabilitas Anies Baswedan cukup tinggi, paling tidak selalu berada di tiga besar bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

“Tapi kalau melihat potensi elektabilitas ke depan, Anies punya banyak konten yang bisa melampaui kedua rivalnya itu. Apalagi Ganjar belum tentu dapat tiket dari PDIP dan Prabowo sudah dua kali nyapres tetapi gagal,” ujar pemerhati bangsa itu.

Sehingga, lanjutnya, Anies layak untuk diwaspadai oleh berbagai pihak yang menginginkan kader partainya mencalonkan diri di Pilpres 2024. Maka timbulnya semacam upaya untuk menjegal Anies agar tidak sampai mencalonkan diri di pilpres mendatang.

“Segala hal yang terjadi pada Anies itu disimpulkan oleh publik bahwa Anies akan selalu mengalami penjegalan demi penjegalan. Contohnya adalah dalam setiap prestasi Anies akan selalu diambil angel yang kecil, bukan substansinya. Angel yang ecek-ecek itu kemudian di-upload, diramaikan di media sosial,” jelas Tony.

Ia lalu mencontohkan Jakarta International Stadium (JIS) ketika menggelar pertandingan Persija vs Chonburi FC pada Juli 2022.

“(Pada pertandingan itu) kanopi kecil dari tembok pendek pembatas, kanopinya bukan temboknya yang rubuh. Tapi kemudian di-upload sedemikian ramai seolah-olah tembok pembatasnya itu yang rubuh,” ujarnya.

Upaya penjegalan demi penjegalan itu dilakukan, menurut Tony, karena Anies berpotensi menang di Pilpres 2024. Alasan kedua, karena Anies tidak bisa diajak negosiasi untuk hal-hal yang “melanggar aturan hukum” atau Anies dianggap sebagai ancaman bagi pihak-pihak tertentu, baik ancaman politik maupun ancaman bisnis.

Selaras dengan pandangan Tony Rosyid, Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun juga mengatakan, pemanggilan KPK kepada Anies Baswedan cenderung untuk menghentikan langkah mantan Mendikbud itu dari kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

“Kelihatannya ada kecenderungan hendak menyikat Anies Baswedan yang sudah dipanggil lagi terkait Formula E,” ucapnya dikutip dari Channel YouTube Refly Harun Official, Selasa (6/9).

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim

KPK Panggil Anies Soal Formula E, Pengamat: Ada Upaya Penjegalan · Berita · Radio Silaturahim 720 AM