Lebak, Rasilnews – Majelis Ta’lim Siti Khadijah bersama Relawan Peduli Quran (RPQ) turut berpartisipasi dalam kegiatan Tebar Wakaf Qur’an di Kampung Mualaf Baduy, Kabupaten Lebak, Banten. Dalam kegiatan tersebut, Majelis Ta’lim Siti Khadijah menyalurkan sejumlah bantuan berupa Al-Qur’an, pakaian layak pakai, serta perlengkapan salat untuk masyarakat mualaf di kamp Baduy.
Partisipasi tersebut merupakan wujud kepedulian Majelis Ta’lim Siti Khadijah terhadap pembinaan dan pendampingan masyarakat mualaf, khususnya dalam mendukung kebutuhan ibadah dan kehidupan sehari-hari. Melalui kolaborasi bersama RPQ dan Rasil, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus memperkuat semangat masyarakat mualaf dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam.
Ketua Majelis Ta’lim Siti Khadijah, Roos Siswiarti, mengatakan keterlibatan dalam kegiatan sosial dan dakwah merupakan bagian dari komitmen majelis taklim yang telah berdiri sejak Maret 2022. Selama empat tahun, pihaknya terus mengembangkan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial sebagai upaya menebarkan manfaat kepada masyarakat.
Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Majelis Taklim Siti Khadijah bersama Relawan Peduli Quran dalam program Jumat Berbagi Nasi (JBN). Melalui kegiatan ini, mereka menyiapkan sedikitnya 700 porsi makanan setiap Jumat untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran makanan tersebut menjangkau sejumlah rumah sakit, khususnya bagi keluarga dan penunggu pasien di ruang ICU serta unit hemodialisis. Selain itu, Majelis Ta’lim Siti Khadijah bersama tim relawan juga membagikan makanan ke masjid-masjid dan sejumlah lokasi sosial lainnya, termasuk tempat penampungan sampah. Mereka turut menyediakan sarapan gratis di depan masjid setiap Jumat pagi, terutama bagi pengemudi ojek dan masyarakat yang melintas.
Menurut Roos, kegiatan tersebut mendapatkan respons positif dari masyarakat. Ia berharap berbagai program sosial yang dijalankan dapat terus memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Di luar kegiatan Jumat Berkah, Majelis Ta’lim Siti Khadijah juga menyelenggarakan berbagai aktivitas keagamaan. Pada Senin, majelis menggelar kajian dengan menghadirkan ustaz dari Bandung. Selasa diisi kelas tahsin, sedangkan Rabu kembali diisi kajian keislaman. Kegiatan lainnya meliputi program Hikmah Fajar pada Ahad pagi serta donor darah.
Roos juga menceritakan pengalamannya mengikuti kegiatan sosial bersama tim Relawan Peduli Qur’an (RPQ) hingga ke sejumlah wilayah pelosok, termasuk kawasan Garut Selatan. Menurutnya, perjalanan menuju lokasi-lokasi tersebut memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografis dan akses jalan yang sulit.
Bahkan, beberapa lokasi hanya dapat dijangkau menggunakan kendaraan berpenggerak empat roda atau double gardan. Para relawan juga harus menghadapi hujan dan jalanan licin. Dalam kondisi tertentu, mereka menginap di rumah penduduk maupun markas Komando Rayon Militer (Koramil) setempat.
Pengalaman tersebut tidak menyurutkan semangat Roos untuk terus terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia pun mengajak para donatur dan masyarakat untuk senantiasa menjaga semangat bersedekah serta membantu sesama.
“Harapan saya untuk teman-teman semua, tetaplah terus kita bersedekah,” ujarnya kepada Radio Silaturahim, Jum’at (30/10/26).
Ia juga mengingatkan motto yang dipegang Majelis Ta’lim Siti Khadijah, yakni ‘Istiqomah sampai Husnul Khotimah‘, sebagai semangat untuk terus menebar kebaikan dan menjaga kepedulian terhadap sesama sepanjang kehidupan.












