Kembali ke berita

Rasil News

Mendambakan Keluarga Penyejuk Jiwa

Admin

Bagikan

Mendambakan Keluarga Penyejuk Jiwa

Oleh Ali Farkhan Tsani

Ada satu doa di dalam Al-Quran yang sering di antara kita mengajukannya kepada Allah, yakni permohonan mendambakan keluarga penyejuk jiwa dalam doa :

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
Artinya :  “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk jiwa (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Furqan [25] : 74).

Ayat ini merupakan rangkaian dari ayat-ayat sebelumnya tentang ciri-ciri hamba-hamba dari Allah Yang Pemurah (Ibaadur Rahmaan).

Ayat ini berisi permintaan agar kita sebagai hamba-hamba Allah, memperoleh pasangan hidup dan anak-anak keturunan yang menjadi sebagai penyedap pandangan mata, penyejuk jiwa, obat jerih payah kelelahan, penghilang segala luka dalam jiwa, serta penawar kekecewaan dalam hidup.

Rasanya, betapapun sebagai orang tua sudah gemar beribadah dan hidup teguh dalam beragama, serta sukses dalam karier, belumlah akan bahagia sepenuhnya sebelum melihat pasangan hidupnya dan anak-anaknya menjadi orang-orang yang taat kepada Allah.

Apa yang kita minta pada ayat yang Allah tuntunkan tersebut, adalah agar kita dianugerahi pasangan dan anak keturunan sebagai penyedap pandangan mata (qurrtota a’yun), serta kita memohon agar dijadikan sebagai pimpinan yang takwa bagi orang-orang yang bertakwa.

Berkaitan dengan ayat tersebut, Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhu  berkata, “Qurrota a’yun (penyedap pandangan mata) maksudnya adalah keturunan yang mengerjakan ketaatan kepada Allah, sehingga dengan ketaatannya itu membahagian orang tuanya di dunia dan akhirat.

Keturunan yang taat pada Allah di antaranya terwujud dari bakti dan pelayanannya kepad kedua orang tua.

Orang tua mana yang tak bahagia manakala melihat anak-anaknya gemar shalat berjamaah di masjid di samping sukses dalam karier. Orang tua mana pula yang tak terharu menyaksikan anak-anaknya bisa membaca Al-Quran, bahkan beberapa di antaranya hafidz Al-Quran, di samping mereka adalah pengusaha yang berhasil.

Imam Hasan Al-Bashri ketika ditanya tentang makna ayat di atas, beliau berkata, “Allah akan memperlihatkan kepada hamba-Nya yang beriman, demi Allah tidak ada sesuatupun yang lebih menyejukkan pandangan mata seorang muslim dari pada ketika dia melihat anak, cucu, saudara dan orang-orang yang dicintainya tha’at kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”

Imam Qurthubi menjelaskan makna “Qurrata A’yun” adalah sesungguhnya jika manusia diberi keberkahan dalam harta dan anak-anaknya, maka matanya menunjukkan kebahagiaan. Jiwanya juga menjadi sejuk ketika memilki anak keturunan yang senantiasa menjaga ketaatan dan membantu kedua orang tuanya dalam menunaikan tugas-tugas agama dan keduniaan. Sehingga matanya menjadi tenang dan tidak berpaling kepada yang lainnya, maka itulah kebahagiaan mata dan ketenangan jiwa.

Semoga pasangan hidup kita dan anak-anak kita dapat menjadi penyejuk jiwa dunia akhirat. Aamiin.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim