Kembali ke berita

Rasil News

Mendidik Anak di Era Digital, Orang Tua Diminta Tak Hanya Kejar Prestasi Akademik

Admin

Bagikan

Mendidik Anak di Era Digital, Orang Tua Diminta Tak Hanya Kejar Prestasi Akademik

Jakarta, Rasilnews — Tantangan mendidik anak di era digital semakin kompleks. Paparan gadget, derasnya arus informasi, perubahan pola pergaulan, hingga tekanan sosial membuat orang tua perlu menyiapkan anak bukan hanya agar cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki mental tangguh dan daya juang.

Pesan tersebut disampaikan psikolog, akademisi, dan konsultan sumber daya manusia Dr. H. Muhammad Iqbal, Ph.D., dalam Open House dan Seminar Parenting SDIT Insan Mandiri Jakarta bertema “Mendidik Anak Tangguh (Resilient) di Era Digital”, Sabtu (29/8/2026).

Dalam pemaparannya, Iqbal menilai ukuran keberhasilan anak tidak seharusnya hanya dilihat dari nilai rapor atau peringkat di sekolah. Menurutnya, anak membutuhkan berbagai kemampuan untuk menghadapi kehidupan, seperti keberanian, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bergaul, daya juang, kepemimpinan, hingga kemampuan menghadapi kegagalan.

“Kesuksesan itu bukan hanya soal logika dan akademik, tetapi juga kesabaran dan daya juang.” ujar Iqbal dalam seminar tersebut. Ia menjelaskan bahwa setiap anak memiliki potensi dan bentuk kecerdasan yang berbeda. Kemampuan logika-matematis hanyalah salah satu bentuk kecerdasan, bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan masa depan seorang anak.

Konsep multiple intelligences menunjukkan adanya beragam kecerdasan, antara lain kecerdasan bahasa, visual-spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalistik, hingga eksistensial. Karena itu, Iqbal meminta orang tua tidak mudah memberikan label kepada anak hanya karena mereka tidak unggul dalam pelajaran tertentu.

“Semua anak itu hebat. Jangan diskriminasikan anak hanya karena dia tidak bisa matematika” tegasnya.

Menurut Iqbal, orang tua perlu mengamati minat dan bakat anak sejak dini. Jika diperlukan, pemetaan potensi juga dapat dilakukan melalui asesmen atau tes psikologi yang sesuai. Dengan cara tersebut, orang tua dapat membantu anak menentukan pilihan pendidikan dan karier berdasarkan potensi dirinya, bukan semata-mata berdasarkan keinginan orang tua.

Iqbal juga mengingatkan bahwa kehidupan anak kelak tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Mereka akan menghadapi penolakan, kegagalan, tekanan, hingga berbagai persoalan sosial dan ekonomi. Karena itu, anak perlu dibiasakan memiliki daya juang dan kemampuan bangkit ketika mengalami kegagalan.

Menurutnya, orang tua jangan terlalu memanjakan anak hingga mereka kehilangan kesempatan untuk belajar menghadapi kesulitan. Anak tetap perlu mendapatkan kasih sayang, tetapi pada saat yang sama harus diberikan ruang untuk belajar mandiri, bertanggung jawab, dan menyelesaikan persoalan sesuai tahap perkembangannya.

Selain itu, karakter seperti rendah hati, ringan tangan, mampu bekerja sama, tahan banting, serta dapat dipercaya juga menjadi modal penting bagi masa depan anak. “Dalam kehidupan, orang tidak hanya melihat apakah seseorang pintar. Yang juga dicari adalah apakah orang tersebut bisa dipercaya.” jelasnya.

Ia menambahkan, kemampuan membangun hubungan dengan orang lain juga dapat menjadi modal penting dalam perjalanan pendidikan maupun karier seseorang.

Perkembangan teknologi membuat anak memiliki akses informasi yang jauh lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya. Kondisi tersebut memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan.

Anak dapat dengan mudah terpengaruh oleh lingkungan digital, mengikuti tren, membandingkan dirinya dengan orang lain, dan mengalami tekanan sosial. Karena itu, penggunaan gadget perlu diimbangi dengan komunikasi, pendampingan, serta pendidikan karakter di dalam keluarga.

Orang tua tidak cukup hanya melarang atau membatasi penggunaan teknologi. Anak juga harus dibekali kemampuan untuk memahami risiko, memilah informasi, dan bertanggung jawab terhadap penggunaannya.

Iqbal menekankan, pendidikan yang baik harus mempersiapkan anak menghadapi kehidupan nyata, bukan sekadar mengejar nilai tinggi. Pada akhirnya, tujuan pendidikan adalah membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mampu menghadapi perubahan, tidak mudah menyerah ketika gagal, dan mampu mengembangkan potensi terbaik yang dimilikinya.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim