Kembali ke berita

Ahlan Wa Sahlan

Menjaga Nyala Istiqomah dari Tiban Kampung: 13 Tahun Kesetiaan Tengku Suleman Bersama Rasil

Admin

Bagikan

Menjaga Nyala Istiqomah dari Tiban Kampung: 13 Tahun Kesetiaan Tengku Suleman Bersama Rasil

Batam, Rasilnews – Di sebuah rumah sederhana di kawasan Tiban Kampung, suara Radio Silaturahim (Rasil) hampir tak pernah berhenti mengudara. Dari pagi hingga malam, lantunan dakwah dan nasihat keislaman mengisi ruang-ruang rumah itu. Di sanalah Tengku Suleman (76), seorang pendengar setia, menjaga kebiasaan yang telah ia jalani selama lebih dari satu dekade.

Sejak pertama kali Rasil hadir di Batam, sekitar 13 tahun lalu, Tengku Suleman telah menjadikannya sebagai teman setia. Bagi beliau, Rasil bukan sekadar radio, tetapi juga sumber ilmu dan pengingat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Saat tim Rasil berkunjung ke kediamannya, sosok lansia ini tampak ramah dan penuh semangat. Dengan suara yang tenang namun tegas, ia mulai berbagi pandangan dan pesan yang sarat makna.

“Yang paling utama itu luruskan niat,” ujarnya membuka pembicaraan. “Semua yang kita lakukan harus benar-benar karena Allah.”

Menurutnya, dakwah tidak hanya berhenti pada diri sendiri, tetapi juga harus merangkul orang lain. Ia mengajak umat Islam untuk saling mengingatkan dan membimbing agar dapat mengamalkan ajaran Islam secara utuh.

Di tengah perbincangan, Tengku Suleman juga mengingatkan tentang bahaya kesombongan. Baginya, sifat tersebut adalah penyakit hati yang dapat menjauhkan seseorang dari rahmat Allah.

“Kesombongan itu jangan sampai ada dalam diri kita. Karena itu bisa menghalangi kita dari mencium bau surga,” tuturnya.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya menjaga semangat ibadah setelah Ramadan. Ia menggunakan istilah “Ramadan sepanjang masa” untuk menggambarkan bagaimana nilai-nilai kebaikan seharusnya terus hidup dalam keseharian seorang Muslim.

“Kita sudah ditempa selama Ramadan. Jangan setelah itu hilang begitu saja,” katanya. “Sedekah jangan hanya di bulan Ramadan. Ibadah malam juga harus tetap dijaga.”

Bagi Tengku Suleman, inti dari semua amal bukanlah sekadar mengejar pahala, melainkan meraih rida Allah. Sebuah prinsip yang ia pegang teguh dalam menjalani kehidupan.

Selama menjadi pendengar Rasil, ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari berbagai penceramah. Ia tidak membeda-bedakan, karena menurutnya setiap dai memiliki keunikan dan hikmah tersendiri.

“Semuanya baik, semuanya ada ilmunya,” ujarnya singkat namun penuh makna.

Ia bahkan pernah berkesempatan bertemu langsung dengan salah satu ustaz yang sering didengarnya melalui radio, sebuah pengalaman yang membekas dalam ingatannya.

Di akhir perbincangan, Tengku Suleman menyampaikan pesan khusus kepada kru Rasil. Ia berharap radio ini tidak hanya menjadi media dakwah, tetapi juga menjadi contoh nyata dalam kehidupan.

“Kalau kita menyampaikan kebaikan, maka kita juga harus melakukannya. Mulai dari diri sendiri,” pesannya.

Hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan, menurutnya, juga tidak boleh diabaikan. Sebab, nilai-nilai Islam tercermin dari perbuatan kecil sehari-hari.

Kunjungan ini menjadi lebih dari sekadar Silaturahim. Ia adalah potret hubungan hangat antara sebuah media dakwah dan pendengarnya. Di rumah sederhana itu, tim Rasil menyaksikan langsung bagaimana istiqomah dijaga — melalui kebiasaan kecil, melalui suara radio yang terus menyala, dan melalui hati yang tetap terikat pada nilai-nilai kebaikan.

Hampir sepanjang hari, radio itu terus mengalun. Menjadi saksi perjalanan waktu, sekaligus pengingat bahwa dakwah tidak selalu harus di mimbar besar—ia bisa hadir dari ruang-ruang sederhana, menyapa dengan lembut, dan menguatkan dalam diam.

Di usia yang tak lagi muda, Tengku Suleman menunjukkan bahwa istiqomah bukan tentang kekuatan fisik, melainkan keteguhan hati. Dan di Tiban Kampung, nyala itu masih terus terjaga.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim