Kembali ke berita

Rasil News

Mie Sedaap Ditolak Masuk Taiwan karena Mengandung Pestisida

Admin

Bagikan

Mie Sedaap Ditolak Masuk Taiwan karena Mengandung Pestisida

Jakarta, Rasilnews – Mi instan dari Indonesia, Mie Sedaap menjadi salah satu merk produk yang ditolak oleh bea cukai Taiwan karena ditemukannya pestisida dalam jumlah yang tinggi.

Mie Sedaap yang didatangkan dari Indonesia dan tidak diizinkan masuk Taiwan ialah varian Mie Sedaap Sup Daging Sapi Instan Cup, Mie Sedaap Sup Ayam Instan Cup, Mie Sedaap Instant Cup Korean Spicy Soup, Mie Sedaap Instant Cup Korean Spicy Chicken, dan Mie Sedaap Sup Laksa Pedas Instan Cup.

Administrasi Makanan dan Obat Taiwan (FDA) merilis daftar 19 produk impor yang tidak diizinkan masuk negara tersebut. Menurut China Press, tujuh dari 19 pengapalan tersebut adalah mi instan dengan total 4.431,96 kg yang diimpor dari Indonesia, Jepang, dan Filipina.

Produk-produk tersebut ditolak masuk oleh bea cukai Taiwan karena ditemukannya pestisida dalam jumlah tinggi, melansir Says pada Jumat (8/7). Pestisida yang ditemukan adalah etilen oksida, yakni gas yang diproduksi industri. Zat itu dapat ditemukan dalam paket bumbu dan bawang kering yang disediakan dalam kemasan.

Asisten Direktur Pusat Manajemen Distrik Utara FDA Taiwan, Lin Xuyang, mengatakan bahwa etilen oksida adalah pestisida yang tidak dapat dideteksi di Taiwan. Selain itu, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker dari Organisasi Kesehatan Dunia mendaftarkan pestisida sebagai karsinogen kelas I.

Paparan jangka panjang terhadap etilen oksida akan meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker darah. Karena banyaknya residu etilen oksida yang ditemukan, petugas bea cukai akan meningkatkan pemeriksaan impor mereka dari awal 5–10 persen jadi sekitar 20 persen.

Sementara itu, Marketing Manager Noodle Category Wings Food Katria Arintya Anindyantari membantah jika Mie Sedaap mengandung residu pestisida. Penahanan produk disebut karena perbedaan regulasi yang diterapkan regulator setempat.

“Produk Mie Sedaap tidak mengandung residu pestisida. Penahanan Mie Sedaap di negara Taiwan tidak ada kaitannya dengan hal tersebut. Penahanan produk yang terjadi dikarenakan adanya perbedaan regulasi yang diterapkan oleh regulator setempat,” tuturnya kepada detikcom dikutip Rasilnews, Jumat (8/7).

Katria mengklaim Mie Sedaap telah dikembangkan dengan standar produksi dan pengawasan ketat, serta memenuhi standar keamanan makanan di seluruh rantai pasokan. Dengan begitu semua produk aman dikonsumsi oleh masyarakat luas.

“Selama 19 tahun hadir di Indonesia, Mie Sedaap dipercaya menjadi mi instan terdepan yang telah mengantongi perizinan pangan dari badan terkait seperti izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sertifikat halal (MUI), sertifikasi ISO 22000 mengenai Standar Internasional Manajemen Keamanan Pangan, sertifikasi ISO 9001 mengenai Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu,” jelasnya.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim