Kembali ke berita

Dialog Topik Berita

Nuim Khaiyat: Hubungan AS-Iran Berpotensi Ubah Keseimbangan Politik Timur Tengah

Admin

Bagikan

Nuim Khaiyat: Hubungan AS-Iran Berpotensi Ubah Keseimbangan Politik Timur Tengah

Cibubur, Rasilnews — Perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi mengubah keseimbangan politik di Timur Tengah serta memengaruhi posisi strategis Israel di kawasan. Setiap kemajuan maupun kegagalan proses diplomasi antara Washington dan Teheran dinilai akan membawa konsekuensi geopolitik yang luas, baik bagi kawasan maupun dunia internasional.

“Kalau Selat Hormuz tetap terbuka dan jalur perdagangan energi dunia tidak terganggu, dampaknya terhadap Indonesia relatif bisa diminimalkan,” kata Nuim Khaiyat dalam Dialog Topik Berita Radio Silaturahim, Senin (15/06/26).

Dalam dialog tersebut, Nuim membahas berbagai perkembangan internasional, mulai dari hubungan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, konflik Rusia-Ukraina yang belum berakhir, hingga sejumlah isu politik yang berkembang di Indonesia.

Menurut Nuim, salah satu isu yang menjadi perhatian adalah sikap Israel terhadap upaya perbaikan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menilai sebagian kalangan di Israel memandang hubungan yang lebih baik antara kedua negara dapat memengaruhi posisi strategis Israel di kawasan Timur Tengah.

“Ada kekhawatiran bahwa jika hubungan Amerika Serikat dan Iran membaik, posisi Israel di kawasan tidak lagi sekuat sebelumnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dinamika politik di Timur Tengah tidak dapat dilepaskan dari kepentingan berbagai negara besar yang terlibat di kawasan tersebut. Karena itu, setiap perkembangan diplomatik antara Washington dan Teheran selalu mendapat perhatian luas dari komunitas internasional.

Nuim juga menyoroti berbagai laporan media Israel yang mengungkap kekhawatiran mengenai kemungkinan meningkatnya ketegangan di kawasan apabila proses diplomasi mengalami kegagalan. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan politik Amerika Serikat sering kali sulit diprediksi.

“Donald Trump dikenal sebagai tokoh yang kerap menghadirkan kejutan dalam kebijakan politiknya, sehingga berbagai pernyataan maupun langkah politiknya perlu dicermati secara hati-hati,” kata Nuim.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hubungan Amerika Serikat dan Israel tidak hanya didasarkan pada kepentingan politik dan keamanan, tetapi juga dipengaruhi faktor historis dan keagamaan. Dalam konteks tersebut, Nuim menyinggung perdebatan mengenai kepemilikan senjata nuklir Israel yang selama ini menjadi salah satu isu sensitif dalam percaturan politik internasional.

Mengenai Iran, Nuim menilai negara tersebut menunjukkan kemampuan bertahan yang cukup kuat di tengah berbagai tekanan internasional. Ia mengatakan sejumlah upaya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran sebelumnya sempat mendekati kesepakatan, namun gagal mencapai hasil akhir karena berbagai faktor politik.

“Iran menunjukkan daya tahan yang cukup kuat. Beberapa kali proses perundingan hampir mencapai kesepakatan, tetapi pada akhirnya tidak berhasil diwujudkan,” ujarnya.

Selain itu, Nuim turut menyoroti situasi Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan dan politik. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang terus menghambat upaya menciptakan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Pada bagian akhir dialog, Nuim menegaskan bahwa perkembangan teknologi militer modern tidak serta-merta menjamin kemenangan dalam peperangan. Ia mencontohkan pengalaman Amerika Serikat di Vietnam dan Afghanistan sebagai bukti bahwa faktor manusia tetap menjadi elemen penting dalam menentukan hasil sebuah konflik.

“Teknologi yang canggih tidak selalu menentukan kemenangan. Faktor manusia tetap menjadi unsur yang paling menentukan dalam peperangan,” kata Nuim.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim