Rasilnews, Melbourne – Kehidupan dunia hendaknya dijadikan sebagai persiapan menuju akhirat. Kesadaran bahwa setiap manusia akan menghadapi kematian seharusnya mendorong seseorang untuk memperbaiki amal dan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya selama hidup.
“Pakailah dunia untuk akhirat,” demikian pesan yang disampaikan dalam program Dialog Topik Berita Radio Silaturahim, Senin (26/10/2026).
Pesan tersebut disampaikan Nuim Mahmud Khaiyath, penyiar radio dan jurnalis senior yang mengikuti dialog melalui sambungan langsung dari Melbourne, Australia. Ia mengingatkan bahwa kematian merupakan kepastian yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun.
Menurutnya, kesadaran terhadap kematian tidak seharusnya membuat manusia hidup dalam ketakutan. Sebaliknya, hal tersebut perlu menjadi pengingat agar manusia memanfaatkan waktu, kesempatan, dan segala yang dimilikinya untuk mempersiapkan kehidupan akhirat.
“Jadi karena kita mengetahui bahwa kita tetap akan mati, kullu nafsin dzā’iqatul maut, kata Allah. Hidup kita jadi lebih enak,” ujar Nuim.
Ia menjelaskan, kedudukan, kehebatan, dan pencapaian seseorang di dunia pada akhirnya tidak menghapus kenyataan bahwa setiap manusia akan meninggal dunia. Karena itu, manusia perlu mempersiapkan diri dengan amal dan tanggung jawab, bukan semata-mata mengejar keberhasilan duniawi.
“Kita ini juga tidak perlu terlalu takut, tapi tetap sadar bahwa saatnya akan tiba di mana kita akan meninggalkan dunia ini dan kita harus mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan di permukaan bumi ini,” katanya.
Selain menyampaikan pesan tentang kematian, Nuim juga menyoroti pentingnya persatuan umat Islam. Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an mengajarkan umat Islam untuk berpegang teguh pada agama Allah dan tidak terpecah belah.
Ia merujuk pada Surah Ali Imran ayat 103, yang memuat perintah untuk berpegang teguh pada tali agama Allah dan tidak bercerai-berai.
Menurutnya, sejarah umat Islam, termasuk masa Khilafah Utsmaniyah, dapat menjadi bahan renungan mengenai persatuan umat dan hubungan dengan pemeluk agama lain.
Nuim juga menegaskan bahwa Islam tidak hanya mengatur kehidupan akhirat, tetapi memberikan pedoman bagi kehidupan manusia di dunia. Ia merujuk pada Surah Ali Imran ayat 110 tentang peran umat Islam dalam menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran.
“Kuntum khaira ummatin ukhrijat lin-nās, ta’murūna bil-ma’rūfi wa tanhauna ‘anil-munkar,” ujarnya, mengutip ayat Al-Qur’an tentang umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, yang menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Ia menekankan, kehidupan dunia merupakan kesempatan bagi manusia untuk berbuat baik sebelum kembali kepada Allah SWT. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu menjaga amal, menjalankan tanggung jawab, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.












