Kembali ke berita

Dialog Topik Berita

Nuim Khaiyath Kritik Tata Kelola Hutan Indonesia di Tengah Ancaman Kabut Asap Lintas Negara

Admin

Bagikan

Nuim Khaiyath Kritik Tata Kelola Hutan Indonesia di Tengah Ancaman Kabut Asap Lintas Negara

Bekasi, Rasilnews – Penyiar radio dan jurnalis senior Nuim Khaiyath mengkritik pengelolaan hutan dan kesiapsiagaan Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kabut asap lintas negara. Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui pemadaman, tetapi harus disertai perbaikan tata kelola hutan, pencegahan pembakaran lahan, serta penguatan sarana dan kesiapsiagaan pemadaman.

Hal tersebut disampaikan Nuim Khaiyath, mantan Kepala Siaran Bahasa Indonesia di Radio Australia (RASI), dalam program Dialog Topik Berita, Senin (26/10/2026). Ia menilai, karhutla perlu dilihat sebagai persoalan lingkungan yang berkaitan erat dengan aktivitas manusia dan kepentingan ekonomi dalam pembukaan lahan.

Menurut Nuim, pemanfaatan sumber daya alam tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan justru dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan konsep the curse of resources atau kutukan sumber daya alam, yakni keadaan ketika kekayaan alam tidak menghasilkan manfaat optimal karena pengelolaannya bermasalah.

“Jadi di sini, pesan benar yang dikatakan orang, the curse of resources, kutukan dari sumber daya alam. Ketika sumber daya alam itu memberikan kutukan, bukan memberikan nikmat,” ujarnya.

Ia menyoroti praktik pembukaan lahan dengan cara membakar untuk kepentingan perkebunan sebagai salah satu persoalan yang perlu ditangani secara serius. Menurutnya, orientasi ekonomi yang mengabaikan kelestarian lingkungan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas, mulai dari kerusakan hutan hingga gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Selain persoalan pencegahan, Nuim juga menyoroti kesiapan Indonesia dalam menghadapi kebakaran hutan, terutama ketersediaan sarana pemadaman, termasuk pesawat yang dapat digunakan untuk menjangkau titik api dari udara. Ia membandingkan kesiapan tersebut dengan Australia dan menyinggung kemungkinan negara tetangga memiliki sarana pemadaman yang lebih memadai.

“Kita tidak memiliki seperti bahkan Malaysia barangkali masih lebih banyak mungkin pesawat-pesawat yang digunakan untuk memadamkan kebakaran jika terjadi,” katanya.

Nuim menjelaskan, kebakaran hutan atau bushfire di Australia dapat dipicu kondisi alam, seperti cuaca panas dan angin kencang. Namun, aktivitas manusia juga dapat meningkatkan risiko kebakaran, baik akibat kelalaian maupun tindakan sengaja membakar lahan.

Ia turut menyinggung keterlibatan relawan dalam penanganan kebakaran di Australia. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan, dukungan sumber daya, dan keterlibatan berbagai pihak untuk mencegah api meluas serta meminimalkan dampaknya.

Dalam konteks kabut asap lintas negara, Nuim juga mengkritik pernyataan pejabat Indonesia pada masa pemerintahan sebelumnya yang menyebut Singapura seharusnya berterima kasih karena memperoleh oksigen dari hutan Indonesia. Ia menilai, pernyataan tersebut tidak tepat untuk merespons keluhan negara tetangga atas dampak kabut asap.

Ia menegaskan, persoalan kabut asap membutuhkan tanggapan yang serius dan langkah konkret, bukan pernyataan yang justru mengabaikan dampak pencemaran udara terhadap masyarakat di negara lain.

Nuim juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab Indonesia dalam kerja sama regional, termasuk upaya bersama negara-negara ASEAN untuk menangani pencemaran kabut asap lintas batas. Menurutnya, penanganan karhutla harus diarahkan pada pencegahan berulangnya kebakaran, perlindungan lingkungan, serta penguatan hubungan dengan negara tetangga.

Ia menekankan, kekayaan sumber daya alam semestinya menjadi sumber kesejahteraan masyarakat, bukan justru memicu bencana akibat pengelolaan yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, perlindungan hutan, pencegahan pembakaran lahan, dan peningkatan kapasitas pemadaman perlu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengatasi karhutla dan dampak kabut asap lintas negara.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim