Kembali ke berita

Dialog Topik Berita

Penangkapan Tom Lembong Mengejutkan, Ustaz Syamsi Ali Ingatkan Pentingnya Hukum yang Adil dan Tanpa Intervensi Politik

Admin

Bagikan

Penangkapan Tom Lembong Mengejutkan, Ustaz Syamsi Ali Ingatkan Pentingnya Hukum yang Adil dan Tanpa Intervensi Politik

Cibubur, Rasilnews – Dalam perkembangan terbaru, penangkapan tokoh publik Tom Lembong telah mengejutkan banyak pihak. Berbagai kalangan menyampaikan pendapatnya terkait penangkapan ini, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang melalui akun Twitter resminya menyatakan bahwa ia menghormati proses hukum yang tengah berlangsung. Meski demikian, isu ini turut menimbulkan berbagai spekulasi dan opini dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Ustaz Syamsi Ali, seorang tokoh agama yang kini tinggal di Amerika Serikat.

Dalam Dialog Topik Berita Radio Silaturahim, Kamis (31/10/24), Ustaz Syamsi Ali memberikan pandangannya tentang pentingnya independensi hukum serta risiko-risiko politisasi yang dapat mengancam keadilan di Indonesia. Ustaz Syamsi menyatakan sepakat dengan Anies Baswedan bahwa proses hukum harus dihormati dan berjalan sesuai aturan. Namun, ia menekankan bahwa hukum jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan politik semata.

“Saya sepakat bahwa proses hukum harus berjalan, tapi hukum jangan kemudian dikadalin untuk kepentingan-kepentingan tertentu,” tegas Ustaz Syamsi Ali. “Saya khawatir jangan sampai ada semacam dendam politik karena mungkin ada pihak yang tidak sejalan atau tidak mendukung pihak tertentu,” tambahnya.

Ustaz Syamsi menyampaikan kekhawatirannya bahwa dalam konteks politik Indonesia saat ini, hukum bisa saja dijadikan alat untuk menekan pihak-pihak yang dianggap berseberangan. Menurutnya, apabila hukum hanya diarahkan untuk mencari-cari kesalahan seseorang, sementara pelanggaran yang nyata diabaikan, maka kondisi ini menciptakan ketidakadilan yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap hukum itu sendiri.

“Jangan sampai kemudian hukum memihak, dalam arti diperlakukan berbeda untuk sebagian orang,” ungkapnya. “Ada yang dicari-cari kesalahannya, sementara yang nyata melanggar hukum di depan mata dibiarkan begitu saja. Kalau hal ini terus berlanjut, itu namanya kedzaliman.” imbuhnya.

Ustaz Syamsi juga menilai bahwa Tom Lembong merupakan sosok yang dikenal baik, jujur, dan memiliki nilai-nilai religius. Ia menegaskan bahwa ia tidak mengetahui persis kasus yang sedang dihadapi Tom Lembang, tetapi melihat sosok tersebut sebagai figur yang mengedepankan nilai-nilai kebaikan dan ketuhanan.

“Saya melihat Pak Lembong ini orang baik, orang yang membela nilai-nilai kebaikan dan sangat jujur, punya nilai-nilai ketuhanan. Sekali lagi, saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi jika hanya soal pelanggaran prosedur dalam tugasnya sebagai menteri, kenapa diperlakukan sedemikian rupa?” katanya.

Ia kemudian menyoroti beberapa nama besar dalam pemerintahan dan kalangan politik lain yang meski sering dikaitkan dengan dugaan korupsi atau penyimpangan, namun hingga kini belum tersentuh hukum. “Ada tokoh-tokoh yang jelas-jelas melakukan korupsi dan penyelewengan, tapi tidak ada tindakan tegas terhadap mereka,” ujar Ustaz Syamsi Ali. “Beberapa petinggi partai atau anggota kabinet yang disebut-sebut, belum juga ditangkap atau diperiksa. Tetapi orang seperti Pak Lembong yang kita tidak pernah mendengar ada kasus besar, malah dikorbankan hanya karena dugaan pelanggaran prosedur,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ustaz Syamsi mengingatkan bahwa jika hukum hanya dijadikan senjata untuk menekan lawan politik atau pihak yang dianggap berseberangan, maka hal tersebut dapat berpotensi merusak tatanan negara. Ia menyoroti bahwa salah satu kekuatan Amerika Serikat, tempat ia tinggal saat ini, adalah independensi hukum yang memberikan perlindungan bagi masyarakat.

“Harapan saya sebagai warga Indonesia yang tinggal di Amerika adalah melihat penegakan hukum yang adil di negara kita. Di Amerika, jika ada pelanggaran hukum, kami masih memiliki hak untuk menuntut dan terlindungi oleh hukum,” ungkap Ustaz Syamsi. “Namun, jika di sebuah negara hukum diperalat untuk kepentingan tertentu atau digunakan untuk menekan dan menindas orang-orang yang dianggap tidak sejalan, negara tersebut berada di ambang kehancuran.”ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Ustaz Syamsi Ali berharap bahwa proses hukum terhadap Tom Lembong berjalan sesuai dengan prinsip keadilan tanpa intervensi politik. Menurutnya, penegakan hukum haruslah murni demi kebenaran dan bukan sebagai alat untuk menjatuhkan lawan.

“Saya berharap bahwa proses hukum ini memang murni demi penegakan hukum, bukan alat untuk menekan atau melawan mereka yang dianggap berseberangan. Jika hukum dijadikan alat politik, maka Indonesia akan kehilangan masa depannya,” tutup Ustaz Syamsi Ali dengan penuh harapan.

Diakhir dialog, Ustaz Syamsi menekankan pentingnya menjaga independensi hukum demi keberlanjutan dan stabilitas demokrasi di Indonesia. Dirinya mengingatkan bahwa saat ini keterbukaan dan media sosial menjadi refleksi bagi masyarakat dan para pemangku kebijakan untuk terus memegang teguh prinsip keadilan tanpa pandang bulu.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim