Cibubur, Rasilnews – Keteladanan guru menjadi salah satu kunci penting dalam membentuk karakter dan akhlak anak sejak usia dini. Selain memberikan pengetahuan, pendidik perlu menanamkan nilai-nilai kebaikan melalui perilaku sehari-hari, kesabaran, serta pembiasaan ajaran Islam di lingkungan sekolah.
Hal tersebut disampaikan pendidik senior Fadlun Saleh Abudan saat mengunjungi TK Silaturahim Islamic School di kawasan Jatikarya, Jatisampurna, Kota Bekasi. Dalam kunjungan tersebut, ia berbagi pandangan mengenai perkembangan pendidikan anak sekaligus memberikan motivasi kepada para guru agar terus meningkatkan kualitas pengajaran dan menjadi teladan bagi peserta didik.
“Karakter untuk anak-anak, pertama-tama yang harus kita perhatikan adalah pendidiknya, jadi gurunya. Karena guru itu contoh,” ujarnya kepada Rasilnews.
Fadlun, yang pernah berkecimpung dalam dunia pendidikan pada 1963 hingga 1972, menilai kondisi pendidikan saat ini mengalami perkembangan dibandingkan masa lalu. Jika dahulu berbagai fasilitas pendidikan masih terbatas, menurutnya, kondisi sekarang relatif lebih baik. Ia juga mengaku gembira melihat perkembangan anak-anak di TK Silaturahim.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tersedianya fasilitas pendidikan perlu diimbangi dengan kualitas pendidik. Guru, menurutnya, harus memiliki kesiapan mental, kesabaran, dan kemampuan menerapkan pendekatan yang baik ketika mendampingi anak-anak. Hal itu penting untuk membangun hubungan yang sehat antara guru dan murid sekaligus mencegah munculnya perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai penghormatan terhadap sesama.
Dalam pendidikan berbasis Islam, Fadlun menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan positif sejak dini, antara lain mengajarkan doa, menumbuhkan kasih sayang kepada orang tua, serta membiasakan anak berperilaku baik. Ia meyakini bahwa proses pembentukan karakter akan berjalan lebih efektif apabila guru terlebih dahulu memberikan contoh nyata.
“Kalau gurunya bisa mengajarkan anak-anak, saya yakin anak-anak itu akan tumbuh, akan menjadi anak yang baik,” tuturnya.
Selain keteladanan, Fadlun menyoroti tantangan penggunaan telepon seluler di lingkungan pendidikan. Menurutnya, guru perlu mengatur penggunaan ponsel agar tidak mengganggu perhatian ketika mengajar. Pendidik harus mampu memberikan waktu dan perhatian yang cukup kepada anak selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Ia juga menilai aturan mengenai penggunaan ponsel perlu dijelaskan secara konsisten kepada peserta didik. Meskipun anak melihat orang tuanya menggunakan ponsel di rumah, sekolah tetap perlu memberikan pemahaman mengenai batasan penggunaan perangkat tersebut selama kegiatan belajar.
“Pada saat kita mendidik, jangan sama sekali. Itu pengaruhnya luar biasa,” katanya.
TK Silaturahim Islamic School merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang berlokasi di Jalan Raya Kalimanggis Nomor 99, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Sekolah ini menyediakan jenjang TK A untuk anak usia 4–5 tahun dan TK B bagi anak usia 5–6 tahun.
Sekolah ini mengembangkan sejumlah program pendidikan, di antaranya Project Based on Qur’an, English as a Second Language dengan dukungan penutur asli, pendekatan Multiple Intelligences, tahfiz Juz 30, serta pembelajaran baca tulis Al-Qur’an. Sekolah ini juga menerapkan Movie Learning dan menyediakan pendidikan inklusi.
Selain kegiatan pembelajaran di kelas, sekolah menawarkan beragam kegiatan ekstrakurikuler, seperti coding dan robotik, silat, taekwondo, renang, futsal, pramuka, serta panahan. Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman belajar yang beragam bagi peserta didik.
Dalam kunjungannya, Fadlun mengatakan kedatangannya bertujuan menjalin silaturahim, melihat perkembangan anak-anak, serta memberikan semangat dan inspirasi kepada para pendidik. Ia juga berharap sekolah terus berkembang dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran seiring bertambahnya jumlah peserta didik.
Menurutnya, guru perlu terus memperkaya kreativitas dan pengetahuan agar dapat menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan perkembangan anak. Kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan dalam mendidik menjadi bekal penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif.
Fadlun berharap TK Silaturahim Islamic School semakin maju, para guru senantiasa diberikan kesabaran, dan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik. Ia menegaskan bahwa niat yang baik harus disertai kesungguhan dan keteladanan agar pendidikan mampu memberikan manfaat bagi perkembangan anak.












