Kembali ke berita

Rasil News

‘Penerima KJP Pakai Uang Malah Buat Main Tiktok, Beli Rokok dan Kredit Ponsel’

Admin

Bagikan

‘Penerima KJP Pakai Uang Malah Buat Main Tiktok, Beli Rokok dan Kredit Ponsel’

Jakarta, Rasilnews – Anggota DPRD DKI Jakarta menegur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengenai data penerima manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP) tentang bantuan pangan yang dinilai tidak tepat sasaran. Eksekutif diminta untuk melakukan update verifikasi rutin mengenai data penerima bantuan agar tak keliru juntrungannya.

“KJP banyak disalahgunakan karena kebutuhan, ada emak-amak hobi tik tok pakai beli kuota internet untuk tik tok, ada bapak-bapak juga buat beli rokok, aja juga buat kredit handphone,” kata Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta S. Andyka, seperti dikutip dari Republika.

Hal itu, diantaranya terjadi lantaran uang yang sudah diperoleh dari dana KJP tidak bisa langsung digunakan untuk membeli pangan murah yang disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya, ketersediaan pangan murah yang disediakan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) DKI Jakarta besera BUMD terkait tidak mencukupi.

Politisi Partai Gerindra tersebut khawatir anggaran yang seharusnya untuk meningkatkan gizi dan menekan angka stunting menjadi tidak tepat sasaran. Karena memang sejalan dengan banyaknya penyalahgunaan dana bantuan yang disalurkan melalui KJP.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta lainnya, Wibi Andrino menekankan agar data penerima KJP harus lebih diperhatikan lagi lantaran sejumlah penerima tidak lagi layak. Pasalnya, menurutnya dana APBD untuk bantuan tersebut terbilang sangat besar.

“Sekitar 30 persen atau 40 persen APBD untuk KJP. Kalau APBD Rp80 triliun kan hampir Rp30 triliun untuk KJP. Problem utama adalah data, saya tidak dapat jawaban solid sumber data primer darimana karena banyak sekali masyarakat Jakarta ada yang benar-benar butuh dan ada yang saya rasa tidak pantas dapat KJP,” tutur dia.

Wibi menyebut harus ada rapat khusus untuk membahas masalah data penerima manfaat. Terutama bersama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

“Ada data masyarakat punya mobil motor dan lain-lain, pendataan dari Bapenda harusnya jadi dasar kita memberikan KJP supaya orang-orang yang terdata mampu atau cukup atau sudah tidak layak dapat harus dihapus. Karena ada kebocoran dana yang luar biasa,” ungkap Politisi Partai Nasdem tersebut.

Dia menegaskan agar dana bantuan sosial pangan yang diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu dapat benar-benar digunakan untuk meningkatkan gizi masyarakat serta menekan angka stunting, sebagaimana mestinya.

“Kita mengalami problem stunting, ada 110 ribu balita masih stunting. Sementara sumber data masih kacau, belum beres. Jadi pertama yang harus di-clear-kan adalah data, Dinas KPKP kan base-nya KJP,” ujar dia.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim