Kembali ke berita

Dialog Topik Berita

Perundingan USA – IRAN di Swiss Kandas, Nuim Khaiyath Soroti Memanasnya Dinamika Geopolitik Timur Tengah

Admin

Bagikan

Perundingan USA – IRAN di Swiss Kandas, Nuim Khaiyath Soroti Memanasnya Dinamika Geopolitik Timur Tengah

Cibubur, Rasilnews – Perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss dilaporkan kembali mengalami kebuntuan (deadlock), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Israel serta eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Perundingan yang berlangsung di Swiss tersebut sejatinya digelar sebagai upaya mencari titik temu terkait sejumlah isu sensitif antara Washington dan Teheran, termasuk ketegangan keamanan kawasan dan dinamika sanksi ekonomi. Namun, proses dialog kembali tidak mencapai kesepakatan setelah muncul perbedaan sikap yang dinilai cukup tajam di antara pihak-pihak terkait.

Dalam Dilaog Topik Berita Rasil, Senin (22/06/26) Nuim Khaiyath menyoroti bahwa salah satu faktor yang memperumit situasi adalah pola komunikasi politik Amerika Serikat yang dinilai tidak konsisten dalam menyampaikan sikap terhadap Iran maupun Israel. Hal ini, menurutnya, membuat proses diplomasi sulit mencapai kepastian. “Pernyataan yang keluar bisa berubah dalam waktu singkat, sehingga membuat situasi diplomasi menjadi sulit diprediksi,” ujar Nuim.

Ia juga menilai bahwa hubungan Amerika Serikat dan Iran tidak hanya dipengaruhi oleh kepentingan politik semata, tetapi juga oleh faktor historis, budaya, dan sensitivitas komunikasi antarnegara. Iran, menurutnya, memiliki latar peradaban panjang yang membuat pendekatan diplomatik yang dianggap ofensif dapat memperburuk situasi.

Selain itu, ketegangan di lapangan juga meningkat seiring laporan eskalasi di Lebanon yang melibatkan kelompok-kelompok bersenjata di kawasan tersebut. Kondisi ini kembali mengingatkan pada konflik serupa pada tahun-tahun sebelumnya yang belum sepenuhnya terselesaikan secara politik maupun keamanan.

Situasi semakin kompleks dengan keterlibatan berbagai aktor internasional, termasuk Amerika Serikat, Iran, Israel, serta negara-negara mediator seperti Swiss, Oman, Pakistan, dan Qatar. Banyaknya pihak yang terlibat membuat proses negosiasi berjalan lambat dan rentan mengalami perubahan arah.

Nuim menambahkan, dinamika konflik di Timur Tengah saat ini menunjukkan pola yang berulang, di mana setiap kali perundingan mendekati titik kesepakatan, selalu muncul perkembangan baru yang menghambat proses finalisasi. “Setiap kali sudah hampir ada kesepakatan, selalu muncul dinamika baru yang membuat semuanya kembali tidak pasti,” kata Nuim.

Di sisi lain, kawasan strategis seperti Selat Hormuz kembali menjadi sorotan karena perannya yang vital dalam jalur distribusi energi dunia. Ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat turut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Nuim juga menilai bahwa rivalitas politik antara kekuatan besar dunia saat ini tidak hanya terjadi di meja perundingan, tetapi juga merembet ke berbagai kawasan strategis lain seperti Laut Tengah hingga kawasan Pasifik, yang turut memperluas dampak ketidakstabilan global.

Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah perundingan di Swiss akan dilanjutkan dengan terobosan baru atau kembali mengalami kegagalan seperti sebelumnya. Kondisi ini membuat situasi geopolitik internasional tetap berada dalam fase tidak stabil, dengan potensi dampak yang meluas terhadap ekonomi dan keamanan global.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim