Kembali ke berita

Rasil News

Prof. Ferry Latuhihin: Pelemahan Rupiah dan Kenaikan Harga Minyak Bisa Picu Krisis Sosial

Admin

Bagikan

Prof. Ferry Latuhihin: Pelemahan Rupiah dan Kenaikan Harga Minyak Bisa Picu Krisis Sosial

Cibubur, Rasilnews — Pakar ekonomi dan analis pasar modal Prof. Ferry Latuhihin mengingatkan adanya ancaman serius terhadap kondisi ekonomi Indonesia di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan lonjakan harga minyak dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Ferry dalam wawancara di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP yang telah ditonton lebih dari 211 ribu kali.

Dalam wawancara tersebut, Prof. Ferry menilai pelemahan rupiah mencerminkan menurunnya kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi nasional.

Menurutnya, investor tidak hanya melihat pernyataan pemerintah, tetapi lebih memperhatikan kondisi nyata di lapangan. “Market tidak bisa dibohongi. Investor melihat data dan kondisi nyata. Kalau fundamental kuat, seharusnya mata uang juga kuat,” ujarnya.

Prof. Ferry menyoroti meningkatnya tekanan terhadap rupiah yang disebut telah mendekati level Rp17.500 per dolar AS. Ia juga menyinggung defisit APBN kuartal pertama yang menurutnya mencapai sekitar Rp240 triliun atau 0,93 persen dari PDB.

Menurut Prof. Ferry, apabila kondisi tersebut terus berlanjut, Indonesia berpotensi mengalami penurunan peringkat utang oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan Fitch. “Kalau sampai turun menjadi non-investment grade, dolar bisa bergerak ke Rp20 ribu bahkan Rp22 ribu,” katanya.

Selain persoalan nilai tukar, Prof. Ferry juga menyoroti kenaikan harga minyak dunia akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Ia menyebut harga minyak yang kini berada di atas 100 dolar AS per barel dapat memberikan tekanan besar terhadap ekonomi Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki cadangan BBM yang terbatas sehingga rentan terhadap gangguan pasokan energi. “Cadangan BBM kita hanya sekitar 20 hari. Kalau terjadi gangguan distribusi atau lonjakan harga, dampaknya akan sangat berat,” ujarnya.

Kenaikan harga energi, lanjutnya, akan berdampak langsung terhadap biaya produksi dan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Prof. Ferry mencontohkan kenaikan harga minyak goreng yang menurutnya telah meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Ia juga menyoroti menurunnya daya beli masyarakat serta meningkatnya penggunaan pinjaman online.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan tekanan ekonomi yang semakin dirasakan masyarakat kelas menengah. Di sisi lain, Prof. Ferry mempertanyakan kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini diklaim tetap berada di atas 5 persen.

Ia menilai pertumbuhan tersebut terlalu bergantung pada belanja pemerintah dan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat. Prof. Ferry juga mengingatkan adanya ancaman badai PHK yang dinilai dapat memperburuk kondisi sosial ekonomi.

Ia menyebut arus modal asing keluar dari pasar saham dan obligasi Indonesia turut memberikan tekanan terhadap cadangan devisa nasional. Menurutnya, cadangan devisa Indonesia yang sebelumnya berada di kisaran 155 miliar dolar AS kini telah mengalami penurunan.

“Intervensi terus dilakukan untuk menjaga rupiah, tetapi tekanan pasar tetap sangat kuat,” katanya.

Prof. Ferry menilai pemerintah perlu mengambil langkah serius untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, memperkuat kepercayaan investor, serta melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim