Kembali ke berita

Rasil News

Rabithah Alawiyah : Minoritas Harus Sesuaikan Diri Dengan Azan di Negara Mayoritas Muslim

Admin

Bagikan

Rabithah Alawiyah : Minoritas Harus Sesuaikan Diri Dengan Azan di Negara Mayoritas Muslim

Rabithah Alawiyah : Minoritas Harus Sesuaikan Diri Dengan Azan di Negara Mayoritas Muslim

Cibubur, Rasilnews- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Organisasi Habaib Rabithah Alawiyah memberikan pernyataan sikap terkait pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang diklaim kebisingan gonggongan anjing dengan suara azan. Salah satu pernyataan sikap itu ialah meminta masyarakat non-muslim untuk menyesuaikan diri dengan suara azan di negara mayoritas muslim.

“Jika terdapat non muslim yang terganggu dengan suara azan maka itu bisa diatasi dengan menurunkan volume azan, namun dengan mempertimbangkan kewajaran. Dalam artian seperti di daerah mayoritas non muslim atau di tempat-tempat yang harus jauh dari suara keras. Sebagaimana orang yang tinggal di dekat bandara, rel kereta api, terminal, pabrik atau jalan raya harus siap mendengar suara bising pesawat, kendaraan serta mesin yang umumnya lebih tinggi dari suara azan setiap hari. Demikian pula dengan minoritas non muslim yang tinggal di tengah umat Islam atau minoritas muslim yang tinggal di tengah mayoritas non muslim, haruslah siap dan menyesuaikan diri mendengar lantunan adzan atau lantunan doa dan pemujaan agama lain setiap hari. Ini semua adalah kewajaran yang tidak bisa dihindari, yang justru akan menimbulkan gesekan apabila dibatasi,” demikian dikutip dari press release DPP Rabithah Alawiyah yang diterima Rasilnews pada Sabtu (26/2).

Pernyataan sikap lainnya dari organisasi tersebut ialah menganggap statemen dari Menag Yaqut sangat tidak pantas dan mencederai perasaan umat Islam yang merupakan mayoritas rakyat Indonesia. Seorang menteri terlebih menteri agama semestinya mengeluarkan statement-statement menyejukkan yang dapat menenangkan hati semua umat beragama.

DPP Rabithah Alawiyah juga menilai analogi yang disampaikan Menag Yaqut tidak relevan. Azan termasuk syiar agama Islam yang dikumandangkan untuk memanggil orang shalat. Islam menempatkan azan dalam kedudukan yang tinggi sehingga dianjurkan untuk dibaca pula dalam berbagai keadaan seperti mengazani anak yang baru lahir, musafir yang hendak bepergian, di telinga orang yang sedih, marah, terkena serangan jin, di telinga mayit sebelum dikuburkan menurut sebagian ulama, dan dalam berbagai kesempatan lainnya.

DPP Rabithah Alawiyah menyatakan suara azan termasuk salah satu syiar Islam, memuliakannya adalah tanda ketakwaan. Azan juga dapat menenangkan hati, mengusir setan, serta menjadi ladang pahala bagi muadzin dan yang mendengarkannya dengan seksama.

Selain itu, Ketua Umum DPP Rabithah Alawiyah, Taufiq bin Abdulqadir Assegaf mengimbau kepada Yaqut agar bertaubat kepada Allah karena telah merendahkan azan dan meminta maaf kepada umat Islam yang tersinggung dengan statement tersebut, untuk meredakan kemarahan umat dan mempererat persatuan bangsa.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim